Tayangan TV yang Harus Diwaspadai
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta masyarakat mewaspadai penayangan film kartun "Tom and Jerry" dan si pelaut "Popeye" karena tayangan itu tidak semua baik bagi anak-anak. KPI mengimbau para orangtua mendampingi anak-anaknya ketika nonton kartun Tom and Jerry dan Popeye karena banyak gambar yang tidak pantas untuk dikonsumsi anak-anak, kata Koordinator Pemantauan Langsung KPI Pusat, Yuzirwan Uyun, dalam jumpa pers di kantor KPI Jakarta, (19/8).
Yazirwan juga meminta stasiun TV yang memutar film kartun Tom and Jerry dan si pelaut Popeye mencantumkan klasifikasi acara, apakah termasuk dalam klasifikasi A (anak) dan BO (bimbingan orang tua). Pada kesempatan yang sama, tokoh pendidikan Arief Rahman mengatakan hal yang sama. "Kita mendapatkan informasi dari luar negeri bahwa dua tayangan itu mendapat banyak keberatan karena adanya tayangan yang tidak pantas," kata Arief yang juga ketua tim panelis pemantau tayangan TV dari KPI untuk periode 3 bulan Juni 2008.
Kartun Tom and Jerry yang sering menampilkan si kucing Tom sebagai kucing yang sial dengan mendapat perlakuan seperti dipukul, ditendang, dilindas, dan kekerasan lain, tidak layak ditonton anak-anak. "Kalau pada Popeye, ada adegan dimana Olive (istri Popeye) dilecehkan habis-habisan oleh musuh Popeye. Itu tidak pantas bagi anak-anak," kata Arief.
Sedangkan anggota tim panelis Nina Armando menjelaskan Tom and Jerry dan Popeye merupakan dua dari 15 tayangan anak yang dianggap berbahaya oleh YPMA (Yayasan Pengembangan Media Anak). Dari data YPMA, kartun Tom and Jery ditayangkan setiap hari kecuali Jumat oleh RCTI dan pada Senin - Jumat oleh TPI dan Trans7, sedangkan kartun Popeye and Son ditayangkan setiap hari di ANTV.
YPMA merilis 15 tayangan televisi yang berbahaya bagi anak-anak yiatu Tom and Jerry (RCTI, TPI, Trans7) , Crayon Sinchan (RCTI), Si Entong (TPI), Popeye and Son (ANTV), Oggy and The Cockroaches (ANTV), Mask Rider Blade (ANTV), Detective Conan (Indosiar), Dragon Ball (Indosiar), Naruto 4 (Indosiar), Carita da Angel (Global TV), Ultraman Cosmos (Global TV), One Piece (Global TV) dan Samurai X (Global TV). Tayangan yang masuk kategori berbahaya, menurut YPMA, yaitu tayangan yang banyak mengandung muatan negatif seperti kekerasan, mistis, seks dan bahasa kasar dengan frekuensi penyiaran yang cukup tinggi dan cenderung menjadi daya tarik utama.
YPMA juga merilis 14 tayangan tv yang berkategori "hati-hati" bagi anak-anak yaitu Doraemon (RCTI), Idola Cilik Seleb dan Rapor (RCTI), Harveytoons (TPI), Transformer (ANTV), Pokemon Series 5 (Indosiar), Power Rangers SPD (Indosiar), Power Rangers Mystic (Indosiar), Scooby Doo Where Are You (Trans7), Shaggy and Scooby Doo Get A Clue (Trans7), New Scooby Doo Movie (Trans7), Avatar The Legend of (Global TV), Spongebob Squarepants (Global TV), Aang dan Skyland (Global TV). Tayangan yang masuk kategori hati-hati yaitu tayangan yang pada umumnya baik dan memiliki nilai positif namun masih memuat adegan kekerasan, mistis, seks dan cerita yang agak rumit sehingga dipandang memerlukan kehadiran orangtua (BO/bimbingan orang tua) bila anak-anak yang menonton.
YPMA juga merilis 15 acara yang "aman" untuk anak yaitu After School (RCTI), Renovasi Sekolah (ANTV), Surat Sahabat (Trans TV), Cerita Anak (TransTV), Main Yuk! (Trans TV), Bocah Petualang (Trans7). Laptop Si Unyil (Trans7), Jalan Sesama (Trans7), Si Bolang Ke Kota (Trans7), Buku Harian Si Unyil (Trans7), Cita-citaku (Trans7), Dora The Explorer (Global TV), Go! Diego Go (Global TV), Chalkzone (Global TV) dan Backyardigans (Global TV). Tayangan yang dikategorikan aman adalah tayangan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat lebih seperti pendidikan, memotivasi, mengembangkan sikap percaya diri anak dan penanaman nilai-nilai positif dalam kehidupan. (ant/matan)
http://www.pwmjatim.org/BERITA/Agustus/Tayangan%20TV%20yang%20Harus%20Diwaspadai.htm
Minggu, 11 Januari 2009
daftar blog
1. Akhmad Sudrajat : Let's Talk About Education
http://akhmadsudrajat.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 6,396
2. desain grafis
http://www.adiguna.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 6,379
3. Cahya Prastyanto's World | Computer Blog | The Best Computer Blog |
http://komku.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 5,701
4. Gizi dan Kuliner by Budi
http://budiboga.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 5,694
5. ..:: Rachmad Saleh Blog's ::..
http://sal3ho.multiply.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 5,239
6. Bumi Prabu
http://prabu.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 4,792
7. Organisasi.Org - Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia
http://organisasi.org
Jumlah klik 30 hari terakhir: 4,713
8. CARI ILMU ONLINE BORNEO
http://massofa.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 4,284
9. BLOG BELAJAR GITAR DAN TABLATURE LAGU INDONESIA
http://f0rth3w1n6.dagdigdug.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 3,943
10. Kumpulan Puisi Cinta - Bunga Jiwa
http://yovienuno.cn
Jumlah klik 30 hari terakhir: 3,881
11. ALUTSISTA : ALAT UTAMA SISTEM SENJATA
http://alutsista.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 3,426
12. Buku adalah Harta Karunku
http://sinarbulan.multiply.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,752
13. Suggest Ideas
http://mujisas.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,558
14. PKS : Partai Keadilan Sejahtera Pemilu 2009
http://smsplus.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,319
15. Mari Berbagi..........
http://info-it2008.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,266
16. Media Konsumen
http://www.mediakonsumen.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,262
17. Resep JAMU Tradisional
http://tradmedic.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,213
18. World's Mysteries Blog
http://ada-1.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,152
19. SANGGAR MEWAH
http://elfarid.multiply.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,985
20. Kumpulan Misteri Dunia
http://misteridunia.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,929
21. Tempatnya Pecinta Gratisan
http://takdikenal.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,838
22. Tempat Nongkrong Belajar Visual Basic 6.0
http://amirmahmud2008.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,807
23. Koleksi Resep Unik Dapur Cantik
http://dapur-cantik.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,798
24. Matematika SMA
http://matematika-sma.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,602
25. Mojopahit Mojokerto
http://mojokerto-blog.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,461
26. ACHILES-blog
http://achiles-punyablog.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,335
27. BerbagiSampaiMATI
http://masdhenk.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,152
28. LOWONGAN KERJA & KARIR (JOB OPPORTUNITY&CAREER)
http://karir-job.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,144
29. Rudi Triatmono Personal Blogs
http://triatmono.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,128
30. Suluh Numpang Nulis
http://haqiqie.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,109
31. Programming Center
http://delphiscript.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,102
32. Komunitas Single Parents Indonesia
http://indosingleparent.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 966
33. :: Resep Masakan Khas ::
http://cuek.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 941
34. Agnes Davonar
http://lieagneshendra.blog.friendster.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 910
35. .: MARKETING MADNESS university :.
http://scylics.multiply.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 896
36. Taufik & Motorcycle
http://ninja250r.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 893
37. Permata Kehidupan
http://pedson.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 879
38. banyumili networks
http://kurakurabiru.multiply.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 876
39. Republic of Cesar
http://cesarzc.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 850
40. Gudang Ilmu Fisika Gratis
http://www.gurumuda.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 841
http://akhmadsudrajat.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 6,396
2. desain grafis
http://www.adiguna.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 6,379
3. Cahya Prastyanto's World | Computer Blog | The Best Computer Blog |
http://komku.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 5,701
4. Gizi dan Kuliner by Budi
http://budiboga.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 5,694
5. ..:: Rachmad Saleh Blog's ::..
http://sal3ho.multiply.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 5,239
6. Bumi Prabu
http://prabu.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 4,792
7. Organisasi.Org - Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia
http://organisasi.org
Jumlah klik 30 hari terakhir: 4,713
8. CARI ILMU ONLINE BORNEO
http://massofa.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 4,284
9. BLOG BELAJAR GITAR DAN TABLATURE LAGU INDONESIA
http://f0rth3w1n6.dagdigdug.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 3,943
10. Kumpulan Puisi Cinta - Bunga Jiwa
http://yovienuno.cn
Jumlah klik 30 hari terakhir: 3,881
11. ALUTSISTA : ALAT UTAMA SISTEM SENJATA
http://alutsista.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 3,426
12. Buku adalah Harta Karunku
http://sinarbulan.multiply.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,752
13. Suggest Ideas
http://mujisas.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,558
14. PKS : Partai Keadilan Sejahtera Pemilu 2009
http://smsplus.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,319
15. Mari Berbagi..........
http://info-it2008.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,266
16. Media Konsumen
http://www.mediakonsumen.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,262
17. Resep JAMU Tradisional
http://tradmedic.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,213
18. World's Mysteries Blog
http://ada-1.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 2,152
19. SANGGAR MEWAH
http://elfarid.multiply.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,985
20. Kumpulan Misteri Dunia
http://misteridunia.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,929
21. Tempatnya Pecinta Gratisan
http://takdikenal.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,838
22. Tempat Nongkrong Belajar Visual Basic 6.0
http://amirmahmud2008.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,807
23. Koleksi Resep Unik Dapur Cantik
http://dapur-cantik.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,798
24. Matematika SMA
http://matematika-sma.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,602
25. Mojopahit Mojokerto
http://mojokerto-blog.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,461
26. ACHILES-blog
http://achiles-punyablog.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,335
27. BerbagiSampaiMATI
http://masdhenk.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,152
28. LOWONGAN KERJA & KARIR (JOB OPPORTUNITY&CAREER)
http://karir-job.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,144
29. Rudi Triatmono Personal Blogs
http://triatmono.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,128
30. Suluh Numpang Nulis
http://haqiqie.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,109
31. Programming Center
http://delphiscript.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 1,102
32. Komunitas Single Parents Indonesia
http://indosingleparent.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 966
33. :: Resep Masakan Khas ::
http://cuek.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 941
34. Agnes Davonar
http://lieagneshendra.blog.friendster.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 910
35. .: MARKETING MADNESS university :.
http://scylics.multiply.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 896
36. Taufik & Motorcycle
http://ninja250r.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 893
37. Permata Kehidupan
http://pedson.blogspot.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 879
38. banyumili networks
http://kurakurabiru.multiply.com/
Jumlah klik 30 hari terakhir: 876
39. Republic of Cesar
http://cesarzc.wordpress.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 850
40. Gudang Ilmu Fisika Gratis
http://www.gurumuda.com
Jumlah klik 30 hari terakhir: 841
Kamis, 08 Januari 2009
Akibat Mempertuhankan Hantu
Akibat Mempertuhankan Hantu
Imam Muslim dalam sahihnya melaporkan, bahwa Utsman bin Abi Syaibah dan Ishak bin Ibrahim telah mewartakan kepada kami. Ishak berkata, telah mengabarkan kepada kami dan Utsman mengatakan, mewartakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Salim bin Abi Al-Ja’ad dari bapaknya dari Abullah bin Mas’ud berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak seorang pun di antara kalian melainkan sudah didelegasikan (tawkil) atasnya teman permanen (qarin) dari golongan jin.” Mereka (para sahabat) serentak bertanya: “Anda sendiri bagaimana ya Rasulullah”, Beliau menjawab: “Akan halku sendiri terkecuali, karena Allah telah menolongku untuk menghadapinya, maka aku telah selamat, karena ia tidak menyuruhku, melainkan untuk kebaikan. ”) Dan dalam hadits versi Sufyan: “ Sungguh telah diwakilkan kepadanya satu qarin dari kalangan Jin dan satu qarin lagi dari Malaikat. ”
Hadits di atas mengisyaratkan bahwa dalam hidup ini memang tidak seorangpun di antara kita yang bebas dari teman yang memuji/memberikan kebaikan dan musuh yang mencela/mencelakakan, baik dari kalangan jin maupun dari golongan manusia. Pada hal hikmahnya jin dan manusia dicipta¬kan Allah agar mereka mentauhidkan, menyem¬bah dan bertakwa kepada-Nya, kapan dan dimana saja. Namun di antara manusia dan jin itu banyak yang berprilaku buruk kepada sesama, sehingga kalau orang lain senang, ia susah. Sebaliknya kalau orang lain mendapat kebaikan, ia merasa tidak enak. Dengan kata lain ia senantiasa berprilaku hasad dan bermusuhan.
Iblis dan setan adalah musuh buyutan manusia sejak manusia pertama (Adam dan keluarganya) yaitu ketika di surga dan di bumi ini. Kita sebagai anak cucunya tidak lepas dari tipu daya agar kita terjerumus ke jalan hidup yang sesat dan dimurkai Allah dan menyim¬pang dari jalan lurus. Tapi orang mukmin sejati ditemani Malaikat.
Menurut Qadhi ‘Iyad, ummat Islam telah konsensus (ijmak) atas terpelihara (ma’shum) nya Nabi SAW. dari setan di dalam tubuh, dalam hati dan di dalam lidahnya. Dan hadits ini meng¬isyaratkan agar orang berhati-hati terhadap bahaya fitnah, waswas dan tipudaya teman jahat (qarin), maka ia mengajarkan kepada kita bahwa ia selalu bersama kita, agar kita terpelihara dari padanya sesusai kemampuan.
Dalam hubungan ini Allah telah memperi¬ngat¬kan, “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (QS. Az-Zukhruf /36) Berpaling dari mengingat Allah ialah ia tidak takut satwah (larangan) dan tidak takut pada hukuman-Nya. Teman jahat yang selalu menyertai itu disebut setan yang selalu menggoda dan menyesatkan.
Dengan demikian jelaslah bahwa qarin adalah setan yang berasal dari jin. Sementara hakekat jin itu adalah makhluk halus yang sebagiannya beriman kepada Nabi Muham¬mad SAW. seperti tertera dalam surat Jin ayat 1 yang artinya, “Katakanlah (hai Muham¬mad) bahwa sekelompok jin telah mendengar¬kan (bacaan Al-Qur`an), lantaran mereka berkata, Sesungguhnya kami telah mendengar Al-Qur`an itu sangat menarik, maka berimanIah kami kepadanya dan kami tidak memperse¬kutukan Tuhan kami dengan suatu apapun”. Sebagian mereka, seperti halnya dengan manusia, banyak yang kafir. Di dalam surat aI-Hijir ayat 26-27, tersebut, “Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah kering (yang berasal) dan lumpur hitam yang diberi bentuk (26). Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas” (27). “Dan ketika Kami berfirman kepada malaikat, “Sujudlah/hormatlah kalian kepada Adam, maka hormatlah mereka (kepada Adam) kecuali iblis, dia adalah dari (golongan) jin yang fasik dari perintah Tuhannya”. Maka bukanlah iblis ayah jin, tetapi sebaliknya bahwa jin itulah ayah iblis; atau yang jelas; iblis itu dari (golongan) jin. Dari itu kita diperintah Allah agar mengadu serta berlindung kepada-Nya dari bisikan-bisikan setan Khannas baik dari golongan jin maupun dari jenis manusia.
Kendatipun jin itu makhluk halus, namun ia dapat menjelma dengan membentuk tubuhnya dalam berbagai rupa yang seram dan menakutkan. Dari sinilah timbulnya apa yang disebut hantu. Istilah ‘Hantu’ tidak terdapat dalam Al-Qur`an dan Hadits, namun hakekat hantu disebutkan dengan menggunakan istilah jin, setan atau qarin. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan: Hantu ialah roh jahat (yang dianggap terdapat di tempat-tempat tertentu); Misalnya ungkapan, (a) rupanya seperti hantu (rupanya sangat buruk); (b) disapa hantu, demam sepulang berjalan-jalan (sesudah mandi di sungai) atau sesudah bermain-main di panas matahari; (c) Hantu angin, hantu yg dapat menenggelamkan kapal; (d) Hantu hunian, orang halus yg tinggal di hutan, siluman; (e) Hantu kangkung ngeang- ngeang, hantu yg berasal dari nyawa anak yang mati di perut ibunya ketika hendak lahir; (f) Hantu pocong atau hantu bungkus, hantu yang menyerupai mayat terbungkus kain kafan; (g) Hantu tuyul, hantu peliharaan untuk disuruh mencuri uang pada malam hari; (h) meng¬hantui menimbulkan rasa takut (resah, gelisah): di daerah yg terpencil;(I) menghantui, menyebabkan takut (khawatir, gelisah, dsb); mempertakuti:
Semuanya itu merupakan ‘misteri’, yaitu sesuatu yang masih belum jelas (masih menjadi teka-teki, masih belum terbuka rahasianya), karena tidak bisa dibuktikan secara empiris seperti apa sebenarnya hantu-hantu itu. Memang, telah menggejala dalam masyarakat kita kepercayaan akan hantu itu sehingga hampir setiap hari media elektronik dan media cetak memberitakan atau mengiklankan berbagai kemampuan supra¬natural berupa santet- pelet (sihir) dan lain sebaginya.
Bahkan betapa banyaknya film-film hantu diproduksi dan betapa banyak buku dan majalah diterbitkan demi menangguk uang dan menyesatkan akidah ummat agar menukar imannya kepada hantu. Para produser tahu betul selera pasar dari sebagian orang-orang Indonesia yang doyan pada cerita-cerita yang tidak diketahui ujung-pangkalnya, tapi hanya berdasarkan bisikan dan khayalan-khayalan setan (takhayul dan churafat yang sengaja dibikin-bikin sebagai barang baru dalam agama (bid’ah). Pada hal Iblis dan setan hanya sebatas membisikan kejahatan, tanpa kekuatan fisik, tapi manusia jualah menuruti kehedaknya. Orang yang bertauhid kuat tidak mampu setan menggodanya, sepeti para nabi dan para yang beriman teguh dan bertauhid kukuh.?
Oleh: Drs. H. Syafri Nadi, LIL.
Imam Muslim dalam sahihnya melaporkan, bahwa Utsman bin Abi Syaibah dan Ishak bin Ibrahim telah mewartakan kepada kami. Ishak berkata, telah mengabarkan kepada kami dan Utsman mengatakan, mewartakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Salim bin Abi Al-Ja’ad dari bapaknya dari Abullah bin Mas’ud berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak seorang pun di antara kalian melainkan sudah didelegasikan (tawkil) atasnya teman permanen (qarin) dari golongan jin.” Mereka (para sahabat) serentak bertanya: “Anda sendiri bagaimana ya Rasulullah”, Beliau menjawab: “Akan halku sendiri terkecuali, karena Allah telah menolongku untuk menghadapinya, maka aku telah selamat, karena ia tidak menyuruhku, melainkan untuk kebaikan. ”) Dan dalam hadits versi Sufyan: “ Sungguh telah diwakilkan kepadanya satu qarin dari kalangan Jin dan satu qarin lagi dari Malaikat. ”
Hadits di atas mengisyaratkan bahwa dalam hidup ini memang tidak seorangpun di antara kita yang bebas dari teman yang memuji/memberikan kebaikan dan musuh yang mencela/mencelakakan, baik dari kalangan jin maupun dari golongan manusia. Pada hal hikmahnya jin dan manusia dicipta¬kan Allah agar mereka mentauhidkan, menyem¬bah dan bertakwa kepada-Nya, kapan dan dimana saja. Namun di antara manusia dan jin itu banyak yang berprilaku buruk kepada sesama, sehingga kalau orang lain senang, ia susah. Sebaliknya kalau orang lain mendapat kebaikan, ia merasa tidak enak. Dengan kata lain ia senantiasa berprilaku hasad dan bermusuhan.
Iblis dan setan adalah musuh buyutan manusia sejak manusia pertama (Adam dan keluarganya) yaitu ketika di surga dan di bumi ini. Kita sebagai anak cucunya tidak lepas dari tipu daya agar kita terjerumus ke jalan hidup yang sesat dan dimurkai Allah dan menyim¬pang dari jalan lurus. Tapi orang mukmin sejati ditemani Malaikat.
Menurut Qadhi ‘Iyad, ummat Islam telah konsensus (ijmak) atas terpelihara (ma’shum) nya Nabi SAW. dari setan di dalam tubuh, dalam hati dan di dalam lidahnya. Dan hadits ini meng¬isyaratkan agar orang berhati-hati terhadap bahaya fitnah, waswas dan tipudaya teman jahat (qarin), maka ia mengajarkan kepada kita bahwa ia selalu bersama kita, agar kita terpelihara dari padanya sesusai kemampuan.
Dalam hubungan ini Allah telah memperi¬ngat¬kan, “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (QS. Az-Zukhruf /36) Berpaling dari mengingat Allah ialah ia tidak takut satwah (larangan) dan tidak takut pada hukuman-Nya. Teman jahat yang selalu menyertai itu disebut setan yang selalu menggoda dan menyesatkan.
Dengan demikian jelaslah bahwa qarin adalah setan yang berasal dari jin. Sementara hakekat jin itu adalah makhluk halus yang sebagiannya beriman kepada Nabi Muham¬mad SAW. seperti tertera dalam surat Jin ayat 1 yang artinya, “Katakanlah (hai Muham¬mad) bahwa sekelompok jin telah mendengar¬kan (bacaan Al-Qur`an), lantaran mereka berkata, Sesungguhnya kami telah mendengar Al-Qur`an itu sangat menarik, maka berimanIah kami kepadanya dan kami tidak memperse¬kutukan Tuhan kami dengan suatu apapun”. Sebagian mereka, seperti halnya dengan manusia, banyak yang kafir. Di dalam surat aI-Hijir ayat 26-27, tersebut, “Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah kering (yang berasal) dan lumpur hitam yang diberi bentuk (26). Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas” (27). “Dan ketika Kami berfirman kepada malaikat, “Sujudlah/hormatlah kalian kepada Adam, maka hormatlah mereka (kepada Adam) kecuali iblis, dia adalah dari (golongan) jin yang fasik dari perintah Tuhannya”. Maka bukanlah iblis ayah jin, tetapi sebaliknya bahwa jin itulah ayah iblis; atau yang jelas; iblis itu dari (golongan) jin. Dari itu kita diperintah Allah agar mengadu serta berlindung kepada-Nya dari bisikan-bisikan setan Khannas baik dari golongan jin maupun dari jenis manusia.
Kendatipun jin itu makhluk halus, namun ia dapat menjelma dengan membentuk tubuhnya dalam berbagai rupa yang seram dan menakutkan. Dari sinilah timbulnya apa yang disebut hantu. Istilah ‘Hantu’ tidak terdapat dalam Al-Qur`an dan Hadits, namun hakekat hantu disebutkan dengan menggunakan istilah jin, setan atau qarin. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan: Hantu ialah roh jahat (yang dianggap terdapat di tempat-tempat tertentu); Misalnya ungkapan, (a) rupanya seperti hantu (rupanya sangat buruk); (b) disapa hantu, demam sepulang berjalan-jalan (sesudah mandi di sungai) atau sesudah bermain-main di panas matahari; (c) Hantu angin, hantu yg dapat menenggelamkan kapal; (d) Hantu hunian, orang halus yg tinggal di hutan, siluman; (e) Hantu kangkung ngeang- ngeang, hantu yg berasal dari nyawa anak yang mati di perut ibunya ketika hendak lahir; (f) Hantu pocong atau hantu bungkus, hantu yang menyerupai mayat terbungkus kain kafan; (g) Hantu tuyul, hantu peliharaan untuk disuruh mencuri uang pada malam hari; (h) meng¬hantui menimbulkan rasa takut (resah, gelisah): di daerah yg terpencil;(I) menghantui, menyebabkan takut (khawatir, gelisah, dsb); mempertakuti:
Semuanya itu merupakan ‘misteri’, yaitu sesuatu yang masih belum jelas (masih menjadi teka-teki, masih belum terbuka rahasianya), karena tidak bisa dibuktikan secara empiris seperti apa sebenarnya hantu-hantu itu. Memang, telah menggejala dalam masyarakat kita kepercayaan akan hantu itu sehingga hampir setiap hari media elektronik dan media cetak memberitakan atau mengiklankan berbagai kemampuan supra¬natural berupa santet- pelet (sihir) dan lain sebaginya.
Bahkan betapa banyaknya film-film hantu diproduksi dan betapa banyak buku dan majalah diterbitkan demi menangguk uang dan menyesatkan akidah ummat agar menukar imannya kepada hantu. Para produser tahu betul selera pasar dari sebagian orang-orang Indonesia yang doyan pada cerita-cerita yang tidak diketahui ujung-pangkalnya, tapi hanya berdasarkan bisikan dan khayalan-khayalan setan (takhayul dan churafat yang sengaja dibikin-bikin sebagai barang baru dalam agama (bid’ah). Pada hal Iblis dan setan hanya sebatas membisikan kejahatan, tanpa kekuatan fisik, tapi manusia jualah menuruti kehedaknya. Orang yang bertauhid kuat tidak mampu setan menggodanya, sepeti para nabi dan para yang beriman teguh dan bertauhid kukuh.?
Oleh: Drs. H. Syafri Nadi, LIL.
Selasa, 06 Januari 2009
Pemilu 2009 : Menakar Caleg dan Capres dengan Ilmu "Rijal al-Hadits"
Pemilu 2009 : Menakar Caleg dan Capres dengan Ilmu "Rijal al-Hadits"
Ibnu Musayyab akhirnya ditolak menjadi perawi ( penyampai ) hadits Nabi Muhammad Saw. Walau sudah 'berkampanye' secara meyakinkan tentang hadits Nabi Saw. yang ia ceritakan namun tak urung membuatnya 'lolos' jadi perawi hadits. Usut punya usut ternyata alasan 'gugurnya' Ibnu Musayyab karena ada yang menolak. Orang tersebut menyaksikan dia pernah berbohong. Orang bertanya, kapan, siapa dan dalam hal apa ia berbohong ? Yang memberi kesaksian menjawab, suatu ketika saya melihat Ibnu Mushayyab menggenggam pasir sambil bilang kuuur…kuur. Tak pelak ayam-ayamnya berlarian mendekat, mengira akan diberi makanan. Ternyata Ibnu Mushayyab hanya mengecoh ayam-ayam itu dengan pasir, kemudian menangkapnya. Karena itu, kata orang itu, Ibnu Mushayyab tidak bisa diterima sebagai perawi hadits. Ia pernah berbohong. Hadits yang disampaikannya, bisa jadi juga bohong.
Dalam khasanah Islam ada satu ilmu, namanya ilmu rijal al hadits. Dalam ilmu itu, cerita seperti di atas bukan sebuah lelucon. Ilmu itu adalah salah satu contoh kreatifitas ulama Islam terdahulu yang menunjukkan betapa kecermatan dan kehati-hatian mereka untuk menerima sesuatu yang dikatakan sebagai hadits Nabi saw.
Seorang penyampai hadits, sebelum matan (materi) sebuah hadits disampaikannya, terlebih dahulu diteliti kredibilitasnya. Ada banyak ukuran yang digunakan dan salah satu diantaranya ia bukan pembohong, atau tidak pernah ada kesaksian masyarakat yang menyatakan bahwa suatu ketika ia pernah berbohong.
Tidak hanya berbohong, seorang yang pernah ketahuan, maaf, kencing berdiri saja, sudah diklasifikasi sebagai orang yang tidak pantas sebagai perawi hadits. Begitu ketatnya mereka menilai kelayakan perawi hadits. Orang yang rajin membuka-buka ilmu rijal al hadits pasti akan menemukan sekian banyak contoh lain seperti cerita di atas.
Bagi ummat Islam sekarang, informasi semacam itu sudah semakin terbuka , terutama dengan semakin berkembangnya penerjemahan bermacam bentuk kitab hadits. Ada yang khusus membukukan hadits-hadits palsu atau hadits-hadits lemah, lengkap dengan alasan-alasannya. Dan salah satu diantara alasan itu adalah seperti cerita di atas.
Yang menarik untuk kita renungkan ialah betapa cermatnya umat Islam terdahulu dalam menilai seseorang sebelum ia diterima sebagai perawi hadits. Dan pertanyaannya sekarang, kenapa umat Islam saat ini tidak kreatif dan mampu mengembangkan ilmu rijal al hadits tersebut dalam hal lain, misalnya menilai kredibilitas seseorang sebelum dicoblos menjadi wakilnya di DPD/DPR atau Presiden dalam pemilu besok ?.
Kalau standar ilmu rijal al-hadits ini yang dipakai mungkin tak ada yang layak jadi pemimpin. Misalnya, pernah kencing berdiri, menipu anak kecil dengan permen, memukul kucing, buang sampah (benda) di jalan yang membuat orang lain terhalang, dan lain-lain. Tapi minimal pemilihan yang selektif terhadap calon legislatif (caleg) dan calon presiden, sebagaimana mekanisme yang dipakai dalam ilmu rijal al-hadits tersebut kita lakukan secara cermat, teliti, pilihan rasional, dan visible (berperspektif masa depan). Artinya, jangan lagi mau memilih caleg dan capres hanya karena popularitasnya, kharismanya, keturunannya, massanya, atau mungkin senyum manisnya. Lebih dari itu, yang paling penting justru keberpihakan dan visinya untuk selalu memperjuangkan kepentingan rakyat.
Dengan semangat ilmu rijal al-hadits, memori kolektif kita harus diputar kembali, agar tidak memilih lagi mereka yang pernah melukai hati rakyat dengan berbagai kebijakan yang lebih mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompoknya saja di atas kepentingan bangsa ataupun memiliki cacat moral seperti selingkuh, memalsukan ijazah, korupsi, kolusi, menggusur tanah orang lain, tidak bayar zakat, pemabuk dan sebagainya. Bagi mereka yang baru masuk kusaran kekuasaan lewat jadi caleg dan capres, teliti dan lihatlah visinya, jangan-jangan mau jadi anggota DPR/DPD dan presiden hanya untuk 'cari makan' dan penghidupan yang lebih 'wah' tanpa komitmen kuat memperjuangkan bangsa ini keluar dari krisis multidimensional.
Kita berharap umat Islam dan rakyat Indonesia umumnya, dapat menentukan hak pilihnya secara selektif dalam memilih wakil rakyat di DPR/DPD bahkan dalam pemilihan presiden. Jangan pernah mau memilih politisi yang lebih banyak bergaul dan memihak wong licik daripada wong cilik, karena yang terjadi kemudian adalah kisaran kekuasaan dan kekayaan pada segilintir orang yang tentu saja outputnya melahirkan kebijakan pemerintahan dan kepemimpinan bangsa yang mengabaikan rasa keadilan,kemanusiaan dan kesejahteraan rakyat banyak.
Bangsa ini, kata Buya Syafii Ma'arif, telah hampir sempurna kehancurannya. Maka, jika pemilu 2009 ini kita salah langkah dengan salah pilih nahkoda bangsa ini maka mari kita sambut kehancuran kita bersama……. Tapi rasanya hidup kita dan bangsa ini terlalu muda untuk di siakan. Karena itu kita jelang perubahan bangsa dengan cermat memilih wakil rakyat dan presiden di pemilu besok. Jika salah pilih orang, maka, seperti kata orang Medan, matilah kita…. Selamat memilih !
Munawwar Khalil
Selasa, 06 Januari 2009
Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta & aktif di MPK PP Muhammadiyah
http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1363&Itemid=9
Ibnu Musayyab akhirnya ditolak menjadi perawi ( penyampai ) hadits Nabi Muhammad Saw. Walau sudah 'berkampanye' secara meyakinkan tentang hadits Nabi Saw. yang ia ceritakan namun tak urung membuatnya 'lolos' jadi perawi hadits. Usut punya usut ternyata alasan 'gugurnya' Ibnu Musayyab karena ada yang menolak. Orang tersebut menyaksikan dia pernah berbohong. Orang bertanya, kapan, siapa dan dalam hal apa ia berbohong ? Yang memberi kesaksian menjawab, suatu ketika saya melihat Ibnu Mushayyab menggenggam pasir sambil bilang kuuur…kuur. Tak pelak ayam-ayamnya berlarian mendekat, mengira akan diberi makanan. Ternyata Ibnu Mushayyab hanya mengecoh ayam-ayam itu dengan pasir, kemudian menangkapnya. Karena itu, kata orang itu, Ibnu Mushayyab tidak bisa diterima sebagai perawi hadits. Ia pernah berbohong. Hadits yang disampaikannya, bisa jadi juga bohong.
Dalam khasanah Islam ada satu ilmu, namanya ilmu rijal al hadits. Dalam ilmu itu, cerita seperti di atas bukan sebuah lelucon. Ilmu itu adalah salah satu contoh kreatifitas ulama Islam terdahulu yang menunjukkan betapa kecermatan dan kehati-hatian mereka untuk menerima sesuatu yang dikatakan sebagai hadits Nabi saw.
Seorang penyampai hadits, sebelum matan (materi) sebuah hadits disampaikannya, terlebih dahulu diteliti kredibilitasnya. Ada banyak ukuran yang digunakan dan salah satu diantaranya ia bukan pembohong, atau tidak pernah ada kesaksian masyarakat yang menyatakan bahwa suatu ketika ia pernah berbohong.
Tidak hanya berbohong, seorang yang pernah ketahuan, maaf, kencing berdiri saja, sudah diklasifikasi sebagai orang yang tidak pantas sebagai perawi hadits. Begitu ketatnya mereka menilai kelayakan perawi hadits. Orang yang rajin membuka-buka ilmu rijal al hadits pasti akan menemukan sekian banyak contoh lain seperti cerita di atas.
Bagi ummat Islam sekarang, informasi semacam itu sudah semakin terbuka , terutama dengan semakin berkembangnya penerjemahan bermacam bentuk kitab hadits. Ada yang khusus membukukan hadits-hadits palsu atau hadits-hadits lemah, lengkap dengan alasan-alasannya. Dan salah satu diantara alasan itu adalah seperti cerita di atas.
Yang menarik untuk kita renungkan ialah betapa cermatnya umat Islam terdahulu dalam menilai seseorang sebelum ia diterima sebagai perawi hadits. Dan pertanyaannya sekarang, kenapa umat Islam saat ini tidak kreatif dan mampu mengembangkan ilmu rijal al hadits tersebut dalam hal lain, misalnya menilai kredibilitas seseorang sebelum dicoblos menjadi wakilnya di DPD/DPR atau Presiden dalam pemilu besok ?.
Kalau standar ilmu rijal al-hadits ini yang dipakai mungkin tak ada yang layak jadi pemimpin. Misalnya, pernah kencing berdiri, menipu anak kecil dengan permen, memukul kucing, buang sampah (benda) di jalan yang membuat orang lain terhalang, dan lain-lain. Tapi minimal pemilihan yang selektif terhadap calon legislatif (caleg) dan calon presiden, sebagaimana mekanisme yang dipakai dalam ilmu rijal al-hadits tersebut kita lakukan secara cermat, teliti, pilihan rasional, dan visible (berperspektif masa depan). Artinya, jangan lagi mau memilih caleg dan capres hanya karena popularitasnya, kharismanya, keturunannya, massanya, atau mungkin senyum manisnya. Lebih dari itu, yang paling penting justru keberpihakan dan visinya untuk selalu memperjuangkan kepentingan rakyat.
Dengan semangat ilmu rijal al-hadits, memori kolektif kita harus diputar kembali, agar tidak memilih lagi mereka yang pernah melukai hati rakyat dengan berbagai kebijakan yang lebih mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompoknya saja di atas kepentingan bangsa ataupun memiliki cacat moral seperti selingkuh, memalsukan ijazah, korupsi, kolusi, menggusur tanah orang lain, tidak bayar zakat, pemabuk dan sebagainya. Bagi mereka yang baru masuk kusaran kekuasaan lewat jadi caleg dan capres, teliti dan lihatlah visinya, jangan-jangan mau jadi anggota DPR/DPD dan presiden hanya untuk 'cari makan' dan penghidupan yang lebih 'wah' tanpa komitmen kuat memperjuangkan bangsa ini keluar dari krisis multidimensional.
Kita berharap umat Islam dan rakyat Indonesia umumnya, dapat menentukan hak pilihnya secara selektif dalam memilih wakil rakyat di DPR/DPD bahkan dalam pemilihan presiden. Jangan pernah mau memilih politisi yang lebih banyak bergaul dan memihak wong licik daripada wong cilik, karena yang terjadi kemudian adalah kisaran kekuasaan dan kekayaan pada segilintir orang yang tentu saja outputnya melahirkan kebijakan pemerintahan dan kepemimpinan bangsa yang mengabaikan rasa keadilan,kemanusiaan dan kesejahteraan rakyat banyak.
Bangsa ini, kata Buya Syafii Ma'arif, telah hampir sempurna kehancurannya. Maka, jika pemilu 2009 ini kita salah langkah dengan salah pilih nahkoda bangsa ini maka mari kita sambut kehancuran kita bersama……. Tapi rasanya hidup kita dan bangsa ini terlalu muda untuk di siakan. Karena itu kita jelang perubahan bangsa dengan cermat memilih wakil rakyat dan presiden di pemilu besok. Jika salah pilih orang, maka, seperti kata orang Medan, matilah kita…. Selamat memilih !
Munawwar Khalil
Selasa, 06 Januari 2009
Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta & aktif di MPK PP Muhammadiyah
http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1363&Itemid=9
Kamis, 01 Januari 2009
Dermawan
Dermawan
Rasulullah SAW bersabda, ''Barang siapa bersedakah dengan seharga kurma dari hasil yang baik (dan Allah tidak menerima sesuatu kecuali yang baik), sesungguhnya Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian Allah akan mengembangkannya sampai sebesar gunung sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara seekor anak kuda.'' (HR. Muslim).
Bersedekah itu tidak harus menunggu kaya terlebih dahulu. Seberapa pun harta yang kita miliki mestinya ada sebagian yang kita sedekahkan kepada orang lain.
Ketika Rasululluh SAW melihat Bilal mempunyai simpanan makanan, seketika itu juga beliau bersabda kepada Bilal, ''Hai Bilal, sedekahlah. Jangan sekali-kalai kamu takut bahwa Dzat yang bersemayam di Arsy akan melakukan pengurangan.'' (HR Thabrani).
Dengan meyakini bahwa harta yang kita miliki pada hakikatnya bukan milik kita, maka akan membuat kita ringan saat mengeluarkan dan mambelanjakannya di jalan yang diridhai Allah. Orang yang rajin mendermakan hartanya di jalan Allah ia tidak akan manjadi miskin, sekalipun secara lahir hartanya berkurang, akan tatapi di balik itu semua Allah akan membukakan banyak pintu rezeki baginya dari arah yang tidak disangka-sangka, bahkan di akhirat kelak Allah akan melipat gandakan pahalanya hingga tidak terkira.
Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda, ''Harta tidak akan berkurang dengan disedekahkan.'' Imam An-Nawawi menjelaskan, bahwa hadis ini mengandung dua pengertian. Pertama, sedekah itu diberkahi (di dunia) dan karenanya ia terhindar dari kemudharatan. Dan kedua, pahalanya tidak akan berkurang di akhirat, bahkan dilipatgandakan hingga kelipatan yang banyak.
Adalah sahabat Rasulullah SAW, Utsman bin Affan, seorang sahabat mulia, yang terkenal sangat pemurah. Ia pernah memberikan seluruh barang yang dibawa kafilah dagangnya yang baru datang dari Syam untuk fakir miskin Madinah. Padahal, saat itu banyak sekali pedagang yang menawarkan keuntungan berlipat dari biasanya. Tapi, Utsman memilih tawaran yang paling menggiurkan, ridha Allah.
Semua orang pasti ingin hidup berkecukupan atau bahkan kaya. Namun, banyak yang keliru duga, ia mengira bahwa perbuatan kikir akan mangantarkannya menjadi seorang yang kaya raya. Padahal, itu logika setan saja. ''Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepada kalian. Dan Allah mahaluas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.'' (QS Al-Baqarah [2]: 268).
By Republika Newsroom
Rabu, 23 Juli 2008 pukul 06:32:00
http://www.republika.co.id/berita/1112.html
Rasulullah SAW bersabda, ''Barang siapa bersedakah dengan seharga kurma dari hasil yang baik (dan Allah tidak menerima sesuatu kecuali yang baik), sesungguhnya Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian Allah akan mengembangkannya sampai sebesar gunung sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara seekor anak kuda.'' (HR. Muslim).
Bersedekah itu tidak harus menunggu kaya terlebih dahulu. Seberapa pun harta yang kita miliki mestinya ada sebagian yang kita sedekahkan kepada orang lain.
Ketika Rasululluh SAW melihat Bilal mempunyai simpanan makanan, seketika itu juga beliau bersabda kepada Bilal, ''Hai Bilal, sedekahlah. Jangan sekali-kalai kamu takut bahwa Dzat yang bersemayam di Arsy akan melakukan pengurangan.'' (HR Thabrani).
Dengan meyakini bahwa harta yang kita miliki pada hakikatnya bukan milik kita, maka akan membuat kita ringan saat mengeluarkan dan mambelanjakannya di jalan yang diridhai Allah. Orang yang rajin mendermakan hartanya di jalan Allah ia tidak akan manjadi miskin, sekalipun secara lahir hartanya berkurang, akan tatapi di balik itu semua Allah akan membukakan banyak pintu rezeki baginya dari arah yang tidak disangka-sangka, bahkan di akhirat kelak Allah akan melipat gandakan pahalanya hingga tidak terkira.
Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda, ''Harta tidak akan berkurang dengan disedekahkan.'' Imam An-Nawawi menjelaskan, bahwa hadis ini mengandung dua pengertian. Pertama, sedekah itu diberkahi (di dunia) dan karenanya ia terhindar dari kemudharatan. Dan kedua, pahalanya tidak akan berkurang di akhirat, bahkan dilipatgandakan hingga kelipatan yang banyak.
Adalah sahabat Rasulullah SAW, Utsman bin Affan, seorang sahabat mulia, yang terkenal sangat pemurah. Ia pernah memberikan seluruh barang yang dibawa kafilah dagangnya yang baru datang dari Syam untuk fakir miskin Madinah. Padahal, saat itu banyak sekali pedagang yang menawarkan keuntungan berlipat dari biasanya. Tapi, Utsman memilih tawaran yang paling menggiurkan, ridha Allah.
Semua orang pasti ingin hidup berkecukupan atau bahkan kaya. Namun, banyak yang keliru duga, ia mengira bahwa perbuatan kikir akan mangantarkannya menjadi seorang yang kaya raya. Padahal, itu logika setan saja. ''Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepada kalian. Dan Allah mahaluas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.'' (QS Al-Baqarah [2]: 268).
By Republika Newsroom
Rabu, 23 Juli 2008 pukul 06:32:00
http://www.republika.co.id/berita/1112.html
Rabu, 31 Desember 2008
Tahun Baru Hijriyah 1430
Tahun Baru Hijriyah 1430
Mengawali hidup ditahun baru sudah selayaknya dilihat sebagai wahana untuk memperbanyak instruspeksi diri, dan melihat serta menghitung sudah seberapa banyak perbuatan baik yang telah kita lakukan, serta perbuatan baik apalagi yang harus dilakukan dimasa yang akan datang. Inilah hakekat yang harus dipahami pada setiap datangnya tahun baru.
Jangan malah sebaliknya, dalam mengawali tahun baru justru dengan perbuatan yang tidak baik, hura-hura, pemborosan dan megadakan kegiatan yang sama sekali tidak bermanfaat. Sepertinya awal tahun baru seolah-olah mirip dengan pesta pora dan berbuat bebas semaunya sendiri, termasuk memperbolehkan perbuatan maksiat bahkan memperbanyak berbuat maksiat. Jika halini yang terjadi maka tahun baru berarti tahun Iblis dan pestanya syetan.
Sesungguhnya harus dirobah budaya dan kebiasaan bahwa tahun baru diisi dengan perbuatan yang sia-sia, semestinya diisi dengan perbuatan yang bermanfaat untuk melestarikan perbuatan baik diatas dunia ini dan memperbanyak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Sungguh memprihatinkan berapa rupiah uang dihambur-hamburkan dengan dibakar melalui kembang api, padahal masih banyak orang disekitar kita yang makan saja kesulitan, banyak anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan disekolah karena tidak mempunyai biaya dan masih banyak lagi bentuk-bentuk kemiskinan.
Seandainya alokasi hura-hura dan pemborosan tahun baru dialokasikan menanggulangi kemiskinan, maka sudah berapa keluarga yang bisa dibantu. Dan generasi bangsa kedepan akan lebih baik dan penuh dengan kebahagiaan yang hakiki.
Mengawali hidup ditahun baru sudah selayaknya dilihat sebagai wahana untuk memperbanyak instruspeksi diri, dan melihat serta menghitung sudah seberapa banyak perbuatan baik yang telah kita lakukan, serta perbuatan baik apalagi yang harus dilakukan dimasa yang akan datang. Inilah hakekat yang harus dipahami pada setiap datangnya tahun baru.
Jangan malah sebaliknya, dalam mengawali tahun baru justru dengan perbuatan yang tidak baik, hura-hura, pemborosan dan megadakan kegiatan yang sama sekali tidak bermanfaat. Sepertinya awal tahun baru seolah-olah mirip dengan pesta pora dan berbuat bebas semaunya sendiri, termasuk memperbolehkan perbuatan maksiat bahkan memperbanyak berbuat maksiat. Jika halini yang terjadi maka tahun baru berarti tahun Iblis dan pestanya syetan.
Sesungguhnya harus dirobah budaya dan kebiasaan bahwa tahun baru diisi dengan perbuatan yang sia-sia, semestinya diisi dengan perbuatan yang bermanfaat untuk melestarikan perbuatan baik diatas dunia ini dan memperbanyak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Sungguh memprihatinkan berapa rupiah uang dihambur-hamburkan dengan dibakar melalui kembang api, padahal masih banyak orang disekitar kita yang makan saja kesulitan, banyak anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan disekolah karena tidak mempunyai biaya dan masih banyak lagi bentuk-bentuk kemiskinan.
Seandainya alokasi hura-hura dan pemborosan tahun baru dialokasikan menanggulangi kemiskinan, maka sudah berapa keluarga yang bisa dibantu. Dan generasi bangsa kedepan akan lebih baik dan penuh dengan kebahagiaan yang hakiki.
Kesombongan
Kesombongan
Sombong adalah penyakit hati yang sering menghinggapi kita semua. Benih kesombongan terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibanding orang lain. Dan di tingkat ketiga, sombong disebabkan faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Kita sebenarnya terdiri atas dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, nafsu lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.
Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik semata, tetapi makhluk spiritual. Kita lahir dengan tangan kosong, dan kita pun akan meninggal dengan tangan kosong. ''Sesungguhnya kami adalah milik Tuhan dan kepada-Nyalah kami kembali.'' (QS Al-Baqarah [2]: 156)
By Republika Newsroom
Senin, 14 Juli 2008 pukul 20:39:00
http://www.republika.co.id/berita/158.html
Sombong adalah penyakit hati yang sering menghinggapi kita semua. Benih kesombongan terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibanding orang lain. Dan di tingkat ketiga, sombong disebabkan faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Kita sebenarnya terdiri atas dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, nafsu lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.
Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik semata, tetapi makhluk spiritual. Kita lahir dengan tangan kosong, dan kita pun akan meninggal dengan tangan kosong. ''Sesungguhnya kami adalah milik Tuhan dan kepada-Nyalah kami kembali.'' (QS Al-Baqarah [2]: 156)
By Republika Newsroom
Senin, 14 Juli 2008 pukul 20:39:00
http://www.republika.co.id/berita/158.html
Langganan:
Postingan (Atom)
