Sabtu, 07 Maret 2009

KPK dan ITB Siapkan Mata Kuliah Antikorupsi

KPK dan ITB Siapkan Mata Kuliah Antikorupsi

BANDUNG--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) akan membuat sebuah mata kuliah khusus mengenai antikorupsi. Mata kuliah ini diberikan supaya lulusan ITB bisa memahami bahwa korupsi itu merusak bangsa.

''Kalau ITB memfasilitasi, KPK termasuk saya siap untuk mengajar ,''ujar Ketua KPK, Antasari Azhar, seusai menjadi pembicara dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Emas ITB, Sabtu (7/3).

Menurut Antasari, banyak pihak yang selalu mengharapkan KPK untuk melakukan penindakan, atau penangkapan terhadap para pelaku korupsi. Padahal, kata Antasari, penindakan merupakan salah satu bagian dari kerja KPK.

Dijelaskan dia, KPK sangat berkepentingan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai korupsi. ''Korupsi itu bukan hanya sesuatu perbuatan yang menimbulkan kerugian negara saja. Banyak juga tindakan koruptif tapi tidak menimbulkan kerugian negara,''jelas dia.

Menurut dia, sedikitnya ada enam delik perbuatan korupsi yang terkait dengan upaya merugikan negara atau keuangan negara, yaitu delik pemberian suap, delik penggelapan dalam jabatan, delik pemerasan, delik perbuatan curang, delik yang berhubungan dengan kepentingan dalam pengadaan, serta delik gratifikasi.

Padahal, kata Antasari, banyak hal yang tidak merugikan keuangan negara tapi merupakan prilaku koruptif. ''Sangat tidak masuk akal, misalnya dalam persoalan upah pungut, pejabat yang memperoleh lebih besar,''jelas dia.

Dengan adanya mata kuliah antikorupsi ini, Antasari berharap, penanganan korupsi bisa dilakukan sejak awal dengan cara pencegahan, bukan penindakan.

Tawaran dari KPK mengenai mata kuliah antikorupsi ini langsung disambut baik oleh Rektor ITB, Prof DR Ir Djoko Santoso. Menurut dia, ITB akan segera berkonsultasi dengan KPK mengenai materi mata kuliah yang akan diberikan tersebut.

''Dalam waktu secepatnya, mata kuliah ini akan diberikan,''jelas Djoko.

Tapi, Djoko mengaku, ITB hanya bisa menempatkan mata kuliah tersebut dalam electif lecture ( mata kuliah pilihan,red). Setiap tahunnya, kata Djoko, ITB memberikan sembilan satuan kredit semester (SKS).

Dengan demikian, kata dia, mata kuliah ini bukan termasuk dalam kategori mata kuliah wajib. ''Jika mahasiswa menilai memerlukannya, mata kuliah ini bisa diambil,''jelas dia.

Ditambahkan Djoko, ITB akan menerapkan mata kuliah ini pada 2009. Tapi, kata dia, mata kuliah itu mulai diperkenalkan pada awal semester genap nanti.

Menurut Djoko, mata kuliah ini sangat diperlukan oleh para mahasiswa ITB. Pasalnya, kata Djoko, harusnya insinyur memang seseorang yang jujur. ''Kalau insinyur tidak jujur, bisa jadi banyak menciptakan mobil tapi pada nggak jalan,''ujar dia sambil mencontohkan.

Selain itu, kata dia, insinyur tidak boleh berbohong dalam menghitung angka-angka. Pasalnya, kata dia, jika terdapat ketidakjuuran dalam proses perhitungan, dampak yang ditimbulkan akan sangat besar. rfa/fif

By Republika Newsroom
Sabtu, 07 Maret 2009 pukul 14:34:00
Font Size A A A
EMAIL
PRINT
Facebook
http://www.republika.co.id/berita/35930/KPK_dan_ITB_Siapkan_Mata_Kuliah_Antikorupsi

Kamis, 05 Maret 2009

KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN

KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN

DALAM RANGKA MENYAMBUT KONFERENSI PGRI KABUPATEN JEMBER 16 – 17 APRIL 2005
Oleh : Mohammad Sholeh, SE

Carter V. Good, memberikan pengertian yang lebih luas tentang apa sebenarnya hakekat kepemimpinan itu yang dirumuskan dalam dua batasan :
- The ability and readiness to inspire, guide, direct, or manage others.
- The role of interpreter of interest and obyectives of a group, to grow up recognizing and accepting the interpreter as spokesman
Dari pendapat Good ini dapat ditegaskan bahwa pengertian kepemimpinan itu tidak lain daraipada kesiapan mental yang terwujud dalam bentuk kemampuan seseorang, memberikan bimbingan, mengarahkan dan mengatur serta mengelola orang lain agar mereka berbuat sesuatu. Kesiapan dan kemampuan itu pada situasi tertentu memberikan kemungkinan kepada pemimpin tersebut untuk memainkan peranan sebagai juru tafsir tentang kepentingan / minat dan tujuan kelompok atau tujuan-tujuan yang diinginkan untuk dicapai oleh sekelompok individu.

Karena kesiapan mental dan kemampuan dalam bertindak memainkan peranan-peranan tersebut, yang merupakan kelebihannya dari anggota-anggota kelompok, maka ia diakui dapat diterima oleh anggota-anggotanya sebagai pimpinan dikalangan mereka, sebagai juru bicara pada kelompok itu.

Sifat-sifat, kualitas kepribadian dan kemampuan-kemampuan tertentu yang dimiliki oleh seseorang itu memungkinkan dia dapat berhasil mempengaruhi anggota-anggota ‘group’ nya. Karena kemampuan mempengaruhi daripada pemimpin itu, maka mereka dengan penuh kerelaan menerima tanggungjawab dan giat ambil bagian secara aktif pada setiap kegiatan kerja kelompok dimana ia bekerja akan berada di dalamnya.

Pengaruh pemimpin itu pada pihak lain dapat memperkembangkan hubungan kemanusiaan yang lebih baik, dapat mempengaruhi pertumbuhan sikap-sikap yang positif daripada individu-individu yang dipimpinnya. Dan yang paling penting ialah pengaruh kepemimpinannya sangat menentukan bagaimana kualitas kegiatan kerjasama dan kualitas hasil yang dapat dicapai oleh kegiatan kerjasama dalam situasi group itu.

Dengan demikian maka kepemimpinan yang dimiliki itu dapat merupakan sumbangan yang sangat berarti bagi pembinaan hubungan-hubungan antar individu dalam kelompok, ‘morale’ kerja dan sikap-sikap anggota dan merupakan bantuan bagi peningkatan kualitas dan kegiatan kerja dalam lembaga yang dipimpinnya.

Sebagai satu kekuatan atau potensi adalah untuk :
- Mendorong orang pada suatu tindakan atau kegiatan dikalangan sekelompok individu.
- Membimbing kegiatan-kegiatan itu kepada satu sasaran atau arah tujuan tertentu.
- Memelihara dan mempertahankan serta meningkatkan kualitas kegiatan-kegiatan itu.
- Menyatukan keseluruhan usaha-usaha menuju sasaran tujuan yang sama.

Dengan menyebut ‘kepemimpinan dalam pendidikan’, maka disamping menjelaskan dimana kepemimpinan itu berada dan berperanan, tambahan kata ‘pendidikan’ dibelakang kata ‘kepemimpinan’ hendaknya menampakkan pula sifat-sifat atau ciri-ciri khusus kepemimpinan yang bersifat mendidik, membimbing dan ‘ngemong’ tetapi bukan memaksa dan menekan dalam bentuk apapun. Umpamanya dalam kepemimpinan pendidikan proses “mengarahkan” kurang dapat diterima sebab pengarahan adalah suatu penekanan atau paksaan dalam bentuk yang halus, suatu konsep yang harus dilaksanakan, dan kurang disadari umum akan efek-efek negatifnya.

Kata ‘pendidikan’ menunjukkan arti yang dapat dilihat dari dua segi yaitu :
- Pendidikan sebagai usaha atau proses mendidik dan mengajar seperti yang dikenal sehari-hari.
- Pendidikan sebagai ilmu pengetahuan yang membahas berbagai masalah tentang hakekat dan kegiatan mendidik dan mengajar dari zaman ke zaman atau yang membahas prinsip-prinsip dan praktek-praktek mendidik dan mengajar dengan segala cabang-cabangnya yang telah berkembang begitu luas dan mendalam.

Oleh karena itu kepemimpinan pendidikan terdapat dan berperanan pada usaha-usaha yang berhubungan dengan kegiatan atau proses mendidik dan mengajar disatu pihak, dan pada pihak yang lain berhubungan dengan usaha-usaha pengembagan pendidikan sebagai satu ilmu dengan segala cabang-cabangnya dan ilmu-ilmu pembantunya.

Dari titik tolak itu, maka dapatlah dirumuskan pengertian ‘kepemimpinan dalam pendidikan’ sebagai satu kemampuan dan proses mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, agar supaya kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat lebih efisien dan efektif didalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran.

Dengan demikian jelaslah bahwa setiap usaha untuk mempengaruhi yang positif orang-orang yang ada hubungannya dengan pekerjaan mendidik dan mengajar, sehingga tujuan pendidikan dan pengajaran dapat dicapai dengan lebih baik, maka dapat dikatakan bahwa usaha itu melakukan peranan-peranan kepemimpinan pendidikan.

Proses realisasi kepemimpinan pendidikan pada umumnya dapat terlihat dalam bentuk kegiatan-kegiatan pimpinan antara lain sebagai berikut :
- Mempelopori usaha-usaha yang kreatif dalam kegiatan mendidik dan mengajar. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran sesuai dengan konsepsi-konsepsi pendidikan pengajaran modern dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan daerahnya, maka diperlukan tumbuhnya ide-ide dan cara yang kreatif, terutama dari pihak guru-guru pelaksana langsung pendidikan dan pengajaran. Adalah merupakan gejala umum didalam dunia pendidikan, bahwa guru-guru pada umumnya tetap berpegang teguh pada cara-cara yang tradisional dalam pelaksanaan tugas-tugas mendidik dan mengajar. Bilamana diantara sejumlah guru-guru pada satu sekolah umpamanya tampil guru-guru yang cakap dan penuh kreatif mencoba dan menemukan cara mendidik-mengajar yang lebih baik, dan lebih berhasil di dalam menyeleksi serta mengorganisir bahan-bahan dan cara-cara menyusun bahan pengalaman belajar bagi murid-muridnya dengan penuh kreatifitas dan ketekunannya, sehingga ia berhasil mempengaruhi guru-guru yang lain dalam cara-cara pelaksanaan tugas-tugas mereka, maka guru-guru pelopor pembaharuan itu telah melaksanakan fungsi kepemimpinan dikalangan teman-teman sekerja dan sejabatannya.
- Membimbing, mengatur, menggerakkan, mengkoordinir dan mendorong kegiatan-kegiatan dari mereka yang tergabung dalam lembaga-lembaga yang melaksanakan usaha-usaha mendidik dan mengajar seperti dalam lembaga persekolahan. Agar supaya kegiatan kerja para pelaksana pendidikan pengajaran itu berjalan teratur, penuh kerjasama, penuh kegairahan di dalam melaksanakan tugas-tugas jabatannya, dan agar supaya mereka selalu dapat memperoleh kesempatan untuk mempertumbuhkan pribadi dan jabatan mereka secara kontinyu, maka diperlukan adanya bimbingan bantuan, dorongan dan koordinasi yang baik. Kesemuanya usaha itu diarahkan kepada peningkatan atau perbaikan pendidikan dan pengajaran, baik yang bersifat nasional. Termasuk dalam golongan ini misalnya kegiatan pimpinan yang dilakukan oleh kepala-kepala sekolah, kepala-kepala kantor pembinaan pendidikan,dan seterusnya sampai kepada tingkat kementrian pendidikan nasional.
- Memberikan sumbangan yang berarti dalam kegiatan dan penemuan-penemuan dibidang ilmu pendidikan dan pengajaran. Hal ini misalnya dalam bentuk penemuan hasil-hasil penelitian dan percobaan-percobaan (Experiment) dibidang ilmu pendidikan dan pengajaran yang mengemukakan konsepsi-konsepsi dan pandangan-pandangan baru bagi perkembangan dunia pendidikan dan yang mempengaruhi perbaikan pengajaran secara lebih positif, lebih baik mutunya. Hasil-hasil penemuan itu misalnya disebar luaskan dalam bentuk karangan-karangan, atau media-media/mimbar ilmiah lainnya sehingga dapat mempengaruhi pikiran-pikiran, sikap dan cara-cara kerja para pelaksana pendidikan pengajaran. Termasuk di dalam kegiatan ini misalnya yang dilakukan oleh Profesor-profesor dan ahli-ahli, para penyelidik untuk memperluas segala cabang-cabang dan ilmu-ilmu pembantunya. Membimbing, mengatur, mendorong, menggerakkan dan mengkoordinir individu-individu yang tergabung di dalam lembaga-lembaga yang berfungsi memajukan dan menyebar luaskan pengetahuan tentang pendidikan dan pengajaran. Yang termasuk disini misalnya kegiatan-kegiatan pimpinan yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan, Lembaga Penelitian Pendidikan dan Pengajaran, Dosen, para pendidik “profesional”/ guru di dalam lembaga-lembaga penelitian, sekolah itu memerlukan bimbingan, dorongan dan koordinasi yang baik, sehingga mereka dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya demi kemajuan perkembangan dan penyebarluasan ilmu pendidikan dalam rangka perbaikan pendidikan-pengajaran secara keselurhan.

Penulis adalah guru SMKN 1 Sukorambi, Ketua Cabang PGRI Kecamatan Sukorambi dan saat Konferensi Kabupaten Jember 2005 ini sebagai salah satu anggota Panitia Pemilih dan Pendamping Sidang-sidang Komisi
Masa kecil penulis dilahirkan di desa kertonegororo yang dulu disebut kemunigsari kidul kecamatan jenggawah, dg sekolah di SD Tegalgayam sekarang SD Kertonegoro…..kemudian melanjutkan ke SMP Islam Ambulu, yang selanjutkan ke SMT Pertanian Negeri Jember, yang sekarang dikenal dengan SMKN 1 Sukorambi Jember, berikutnya melangkahkan kakinya ke Pendidikan Guru Kejuruan Pertanian (PGKP) di Institut Pertanian Bogor (IPB) selama tiga tahun. Dan juga pernah belajar Manajemen sehingga berhak menggunakan embel-embel SE
Tulisan ini sengaja dibuat untuk salah satu calon Ketua (F1)dan seluruh anggota PGRI se Kabupaten Jember serta saudaraku peserta Konferensi yang berbahagia
Siapa lagi calon ketua itu adalah Saudarakita RAHMATULLAH, S.Pd, yang kita kenal sebagai pembaharu, pejuang yang gigih dalam membela kepentingan anggota PGRI, yang saat orang lain ketakutan dengan rumitnya masalah guru maka saudarakita RAHMATULLAH,S.Pd maju dengan potensi diri dan keyakinan mendobrak kesulitan yang dialami guru. Ketua PGRI kedepan masih menggunakan Program yang disusun oleh peserta konferensi, oleh karena itu calon ketua bukan hanya pinter berkhayal/berangan-angan atau berkonsep-ria, tapi orang yang bisa mendengar dan melaksanakan apa yang diinginkan dan yang telah disusun dalam Program Kerja oleh peserta koferensi tercinta, siapa dia? Pasti akan dijawab dengan sebuah nama saudarakita “RAHMATULLAH”. Dari nama saja pasti orang Jember mengerti,paham dan cocok, apalagi kalau ditanyakan kepada Kyai, ulama, ustad, santri, siswa, murid dan guru, maka pastilah nama itu yang paling cocok dan disukai di Jember
Selamat berkonferensi dan tulis nama saudarakita “RAHMATULLAH, S.Pd” pada kartu pemilih yang akan dibagikan oleh panitia pemilih pada hari Minggu, 17 April 2005

Batu-batu Kecil di Perut Rasulullah

Batu-batu Kecil di Perut Rasulullah

Suatu saat Rasulullah SAW mengimami salat isya. Tiap kali menggerakkan badannya untuk sujud atau rukuk, terdengar bunyi kletak-kletik seperti tulang-tulangnya berkeretakan. Para makmum cemas, menyangka beliau sedang sakit keras. Maka, seusai salat, Umar bin Khatthab bertanya, ''Apakah engkau sakit wahai kekasih Allah?''

''Tidak, aku sehat walafiat,'' sahut Nabi. ''Tapi mengapa tiap kali kau gerakkan tubuhmu, tulang-tulangmu berkeretakan. Pasti engkau sakit.'' ''Tidak, aku segar bugar,'' masih jawab Nabi.

Namun, lantaran para sahabat kelihatan makin khawatir, beliau lantas membuka jubahnya. Tampak oleh para sahabat, Nabi mengikat perutnya yang kempes dengan selempang kain yang diisi batu-batu kecil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu itulah yang mengeluarkan bunyi kletak-kletik. Umar memekik, ''Ya Rasul, alangkah hina kami dalam pandanganmu. Apakah kau kira jika kau katakan lapar, kami tidak bersedia menyuguhkan makanan bagimu?''

Rasul menggeleng seraya tersenyum. Lalu, ''Umar, aku tahu kalian para sahabat sangat mencintaiku. Tapi di mana akan kuletakkan mukaku di hadapan Allah, apabila sebagai pemimpin justru aku membikin berat orang-orang yang kupimpin?'' ujarnya. ''Biarlah aku lapar, supaya manusia di belakangku tidak terlalu serakah sampai menyebabkan orang lain kelaparan,'' lanjut Nabi SAW.

Kejadian kecil seperti dimuat dalam The Stories of Sahabah itu sudah 14 abad berlalu. Kini kelaparan masih menghantui sebagian penduduk dunia. Lalu, apakah Tuhan tidak pandai menyediakan rezeki secara adil kepada segenap makhluk-Nya? Gugatan semacam itu, tentu hanya muncul dari mulut orang-orang kafir, sebagaimana disitir dalam Surah Yasin.

Tuhan Maha Bijaksana, Tuhan Maha Penyayang, rahmatNya tersebar merata. Kalau kelaparan masih bercokol di bumi, tak lain lantaran masih ada orang-orang serakah yang menguasai jatah lebih banyak untuk keperluan yang sedikit. Sabda Nabi SAW, ''Limadza tabnuna ma la taskununa? Limadza tuktsiruna ma la takkuluna? (Mengapa kalian membangun yang tak kalian tempati? Mengapa kalian menimbun banyak, padahal tak kalian makan?) ''

Atau, menurut pemimpin muslim Pakistan, Muhammad Ali Jinnah, ''This world is enough for every man's needs, but it is not enough for a man's greed. (Dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh manusia, tetapi takkan pernah cukup untuk memuaskan ketamakan seorang manusia yang serakah).'' - ahi

By Republika Newsroom
Selasa, 03 Maret 2009 pukul 11:36:00
CORBIS/ILUSTRASI
http://www.republika.co.id/berita/35067/Batu_batu_Kecil_di_Perut_Rasulullah

Korupsi dan Kolusi

Korupsi dan Kolusi

Ketika Zulaikha menggoda Yusuf, ia menutupkan kain ke atas wajah berhala yang biasa disembahnya. ''Wahai Zulaikha, engkau malu di hadapan seonggokan batu, maka tidakkah aku mesti malu di hadapan Dia yang menciptakan tujuh lapis langit dan bumi,'' kata Yusuf. Dari peristiwa ini, Imam Al-Ghazali mengajak kita agar dalam setiap denyut kehidupan kita merasakan kehadiran Allah, yang selalu mengamati dan mengawasi kita, di mana pun kita berada. Karena hanya orang-orang yang berimanlah yang menyadari bahwa mereka datang ke dunia ini untuk menyelenggarakan suatu lalu lintas ruhaniah. Perolehan atau kerugian hanya membawa dua konsekuensi: neraka atau surga.

Merasa malu dan takut kepada Allah, serta merasakan kehadiranNya setiap saat, merupakan langkah pencegahan paling efektif untuk menangkis segala kejahatan dan penyelewengan, termasuk korupsi dan kolusi yang tentu saja dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Karena ini menyangkut masalah etika moral atau akhlak, seorang hamba di hadapan Tuhannya, bahkan terhadap dirinya, bangsa dan negaranya.

Karena itulah Majelis Ulama Indonesia (MUI), ketika menyatakan keprihatinannya yang sangat mendalam terhadap korupsi dan kolusi yang semakin meningkat di berbagai bidang dan kalangan, mengaitkannya dengan masalah etika moral atau akhlak dari para pelakunya. Islam sendiri mengajarkan kepada kita agar hidup kita di dunia meraih keutamaan-keutamaan bagi diri kita sendiri, dan agar kita berakhlak dengan yang baik -- menghiasi diri kita dengan sifat-sifat yang baik -- berlaku jujur termasuk tidak melakukan korupsi dan kolusi. Bukankah Nabi sendiri menyatakan, bahwa ''Aku diutus untuk menyempurnakan ahlak.'' Dan oleh Allah kita diperintahkan untuk meniru ahlak Nabi.

Islam tidak mentolerir dan mengutuk pelaku-pelaku penyelewengan, termasuk korupsi dan kolusi, serta menilai para pelakunya itu telah mencampakkan etika moral yang sangat dijunjung tinggi oleh agama. ''Orang yang memberikan sogokan, yang menerimanya dan yang menjadi perantaranya, semuanya akan masuk neraka,'' kata Nabi. Para pakar sosiologi dan hukum menilai bahwa perilaku korupsi dan segala jenis penyelewengan semacam itu akan merusak tatanan sosial dan kehidupan masyarakat apabila telah membudaya. Apalagi para pelakunya sendiri, seperti yang dinyatakan MUI umumnya orang-orang yang status sosial ekonominya sudah cukup mapan.

Islam memandang orbit kehidupan manusia lebih luas dari kebahagiaan material dunia, dan tidak membenarkan apabila karena kita mencintai harta atau kedudukan, kita mencampakkan nilai-nilai moral sehingga terjerums ke dalam kejahatan. Menurut Islam, terpikat dalam keriaan material dan melalaikan kebahagiaan spiritual, tidaklah lebih dari malapetaka. Karena itulah kita mengharapkan agar Pemerintah lebih tegas lagi dalam menindak para pelaku kejahatan ini, sesuai dengan harapan MUI dan masyarakat. - ahi

CORBIS/ILUSTRASI
By Alwi Shahab
Rabu, 04 Maret 2009 pukul 11:12:00
http://www.republika.co.id/berita/35287/Korupsi_dan_Kolusi

Kamis, 26 Februari 2009

JOB DISCRIPTION

JOB DISCRIPTION
KEPALA SEKOLAH

1. Menyusun program kerja sekolah (semester, tahunan & lima tahun)
2. Menyusun RAPBS
3. Mengkoordinir perencanaan & pelaksanaan RAPBS
4. Mengkoordinir kegiatan UNAS/UN, uji kompetensi & penerimaan siswa baru
5. Mengelola, membina & mengawasi pelaksanaan proses belajar mengajar
6. Mengkoordinir kegiatan kerjasama dengan pihak dunia usaha/dunia industri
7. Mempromosikan sekolah
8. Membina unit produksi & koperasi
9. Merencanakan & membina pengembangan profesi dan karier staf
10. Mengkoordinir pelaksanaan bimbingan kejuruan
11. Merencanakan pengembangan, pendayagunaan dan pemeliharaan sekolah
12. Menyelenggarakan administrasi sekolah (keuangan, ketenagaan, kesiswaan, sarana/prasarana, dan kurikulum) yang efektif dan efisien
13. Mengkoordinir pengembangan kurikulum yang inovatif dan produktif
14. Memimpin rapat-rapat di sekolah
15. Mengevaluasi program kerja sekolah
16. Membuat DP3 untuk guru dan karyawan
17. Mengajar 6 jam per minggu
18. Melaksanakan & mewakili kebijakan dikmenjur & dinas pendidikan sesuai proporsinya

JOB DISCRIPTION
WK. KURIKULUM

1. Memasyarakatkan dan mengembangkan kurikulum melalui (inovasi, standarisasi, dan penyusunan program bersama dunia kerja/dunia industri)
2. Menyusun program pengajaran (mingguan, bulanan, semesteran, tahunan) dan mengkoordinasikan pelaksanaannya
3. Menganalisis ketercapaian target kurikulum
4. Mengkoordinir pengembangan kurikulum
5. Mengkoordinir kegiatan belajar mengajar, tugas guru, jadual diklat, evaluasi belajar dan sebagainya
6. Mengkoordinasikan persiapan dan pelaksanaan UNAS/ UN, uji kompetensi dan sebagainya
7. Menyusun kreteria kenaikan kelas dan persyaratan kelulusan, bersama ketua jurusan dan yang terkait
8. Mengarahkan penyusunan rencana pemelajaran
9. Menggali materi-materi untuk penyesuaian kurikulum dan program magang bersama ketua jurusan
10. Mengkoordinasikan pembinaan guru/karyawan melaui penugasan magang/OJT, pelatihan/penataran, seminar, lokakarya dan lain-lain
11. Melaksanakan administrasi kurikulum
1. Membuat laporan berkala
12. Mengajar sebanyak 6 jam pelajaran per minggu
13. Mewakili kepala sekolah dalam hal-hal tertentu dan atau bila kepala sekolah berhalangan


JOB DISCRIPTION
WK. KESISWAAN

2. Menyusun program kerja dan mengoordinasikan pelaksanaan pembinaan kesiswaan (bulan, semester, tahunan)
3. Menyusun program kerja lingkungan hidup (kebersihan, keindahan, kenyamanan, dll)
4. Mengkoordinasikan pelaksanaan pemilihan calon siswa teladan, penerima beasiswa/bantuan khusus murid, lomba keterampilan siswa, karya ilmiah remaja dan paskibraka
5. Mengkoordinasikan pelaksanaan pemilihan pengurus osis, pramuka, pecinta alam, palang merah remaja dan koperasi sekolah
6. Membimbing, mengawasi kegiatan osis, pramuka, pecinta alam, palang merah remaja dan koperasi sekolah
7. Mengkoordinir perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kesiswaan di luar sekolah
8. Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan pembinaan kesiswaan
9. Mengkoordinasikan kegiatan pembinaan terhadap kesulitan belajar siswa
10. Membina pelaksanaan kegiatan upacara
11. Melaksanakan administrasi dan dokumentasi kegiatan pembinaan kesiswaan
12. Mengkoordinir ketertiban, kedisiplinan dan sikap mental siswa
13. Membuat laporan berkala
14. Mengajar sebanyak 6 jam pelajaran per minggu
15. Mewakili kepala sekolah dalam hal-hal tertentu dan atau bila kepala sekolah berhalangan


JOB DISCRIPTION
WK. SARANA

1. Menyusun program kerja perbaikan, perawatan/pemeliharaan, pemanfaatan, pengembangan dan penghapusan sarana/ prasarana (bulanan, semester, tahunan)
2. Mengkoordinir pelaksanaan inventarisasi sarana/prasarana
3. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengadaan bahan perlengkapan sekolah
4. Mengkoordinasikan perbaikan, perawatan/pemeliharaan, pemanfaatan sarana/ prasarana, pengembangan dan penghapusan sarana/prasaran
5. Mengkoordinir pengawasan penggunaan sarana/prasarana
6. Mengkoordinir evaluasi penggunaan sarana/prasarana
7. Melaksanakan administrasi sarana/prasarana
8. Membuat laporan berkala
9. Mengajar sebanyak 6 jam pelajaran per minggu
10. Mewakili kepala sekolah dalam hal-hal tertentu dan atau bila kepala sekolah berhalangan


JOB DISCRIPTION
WK. HUMAS

1. Menyusun program kerja hubungan masyarakat terutama dunia usaha/dunia industri
2. Mengkoordinasikan pembuatan peta dunia usaha/dunia industri yg relevan
3. Mempromosikan sekolah dan mengkoordinir penelusuran tamatan
4. Merencanakan program praktik kerja industri
5. Mengkoordinir pelaksanaan praktik kerja industri
6. Mengkoordinir nara sumber/guru tamu
7. Melaksanakan administrasi humas
8. Membuat laporan berkala
9. Mengajar sebanyak 6 jam pelajaran per minggu
10. Mewakili kepala sekolah dalam hal-hal tertentu dan atau bila kepala sekolah berhalangan


JOB DISCRIPTION
Pembina Osis

1. Menyusun program kerja OSIS dan kegiatan ekstra kurikuler secara teknis sesuai bidangnya
2. Melaksanakan kerjasama dengan guru, wali kelas, BP dan ketua jurusan dalam peningkatan pembinaan kesiswaan
3. Menggali potensi dan memberikan bimbingan sehingga siswa mampu mengembangkannya di sekolah
4. Memberikan bimbingan dan latihan secata kontiyu sesuai bidangnya sehingga berprestasi
5. Mengevaluasi hasil bimbingan dan latihan terhadap prestasi yang dicapai
6. Melaporkan hasil evaluasi kepada wk. Kesiswaan atau kepala sekolah secara berkala





JOB DISCRIPTION
Ketua Jurusan

1. Mengkoordinasikan penyusunan program kerja jurusan (bulanan, semester, tahunan) berdasarkan program kerja sekolah
2. Mendalami dan mengembangkan kurikulum, sesuai dengan jurusannya
3. Mengkoordinasikan pengadaan dan penggunaan bahan praktek, sarana dan fasilitas belajar lain di jurusannya
4. Mengkoordinasikan dan menyusun jadual penggunaan ruang praktek (bengkel, lab, kandang, lahan dan lain-lain)
5. Memonitor tugas guru yang mengajar dijurusannya
6. Mengawasi ketertiban dan kelancaran PBM di jurusannya, baik teori maupun praktek
7. Melakukan analisis evaluasi terhadap keberhasilan PBM siswa dan guru di jurusannya
8. Mengembangkan unit produksi di jurusannya
9. Merencanakan penempatan siswa prakerin
10. Menyusun pembimbing prakerin di jurusannya
11. Melaksanakan administrasi di jurusannya
12. Memimpin rapat-rapat di jurusannya
13. Menyusun laporan rutin dan berkala kepada kepala sekolah
14. Mengajar 18 jam pelajaran per minggu
15. Melaksanakan seluruh kebijakan kepala sekolah sesuai jurusannya


JOB DISCRIPTION
Bimbingan Penyuluhan

1. Menyusun Program kerja BP (bulanan, semester dan tahunan)
2. Memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada siswa secara individu, kelompok dalam penigkatan kemampuan belajar
3. Membimbing siswa dalam mengenal lingkungan dan dunia usaha/dunia industri
4. Memberikan motivasi bekerja dan belajar keras dalam mencapai tujuan
5. Bersama wali kelas meningkatkan siswa berprestasi dan mencarikan solusi bagi siswa yang belum berprestasi
6. Melakukan analisis bagi siswa berprestasi dan siswa yang bermasalah atas prestasinya
7. Mengadakan home visit ke orang tua siswa
8. Meningkatkan ketertiban, kedisiplinan dan rasa tanggungjawab sebagai siswa
9. Bersama BKK membantu siswa memperoleh pekerjaan
10. Menyusun laporan rutin dan berkala kepada kepala sekolah
11. Melaksanakan administrasi BP sesuai standart mutu BP
12. Mengajar 12 jam pelajaran ke-BP-an per minggu
13. Menyusun statistik situasi siswa yang berprestasi dan bermasalah
14. Melaksanakan seluruh kebijakan yang ditentukan oleh sekolah



JOB DISCRIPTION
Wali Kelas

1. Memahami karakter siswa di kelas yang diasuhnya
2. Membuat peta prestasi dan peta kerawanan dikelasnya
3. Membantu kesulitan siswa dalam belajar
4. Menjalin hubungan yang harmonis dengan orang tua siswa
5. mengadakan home visit bila diperlukan
6. Mengingatkan secara rutin dan berkala kepada siswa atas kewajiban pembayaran sekolah (PMS & DPP)
7. Mengisi raport dan memberikan kepada orang tua siswa
8. Membina, mengawasi, mengatur dan menilai siswa dalam kegiatan jum’at bersih
9. Menanamkan dan membina budi pekerti yang baik kepada siswa
10. Mengajar 18 jam per minggu
11. Melaporkan keadaan siswa secara rutin atau berkala kepada Wk. Kesiswaan atau Kepala sekolah

Selasa, 24 Februari 2009

RPP Pengoperasian alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Mata Pelajaran : Pengoperasian Alat Mesin Penanganan Hasil Pertanian ( PAM PHP)
Kelas / Semester : 11/gasal/genap
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran
Standar Kompetensi : Pengoperasian alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih)
Kompetensi Dasar : Mengoperasikan alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih)
Indicator : Mampu mengoperasikan alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih)

I Tujuan Pembelajaran :

1 siswa dapat menjelaskan macam, jenis dan fungsi alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih)
2 siswa dapat menyebutkan bagian-bagian alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih)
3 siswa dapat menjelaskan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih)
4 siswa dapat mengoperasikan alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih) sesuai prosedur
5 siswa mampu bekerja sesuai dengan keselamatan kerja

II Materi Ajar

Pembersih dengan angin
Alat ini berfungsi untuk membersihkan beras atau gabah dari sekam, gabah hampa atau kotoran ringan lainnya.
Alat ini terdiri dari bagian-bagian :
1. dumping rubber
2. kipas angin (winnower fan)
3. pengatur angin (wind adjusting)
4. lubang pengatur udara untuk penyedot sekam (air inlet opening for suction husk exhauster)
5. penyedot sekam keluar (suction husk exhauster)
6. pulley
Pembersih dengan air
a. pembersih buah kopi
- pada prinsipnya alat ini terdiri dari sebuah bak yang berbentuk kerucut terbalik yang dilengkapi dengan alat penyiram
- pembersih secara gravitasi digunakan untuk mencuci lender yang terdapat pada permukaan biji kopi setelah mengalami fermentasi
b. cara kerjanya
- masukkan buah kopi kedalam tangki dan alirkan air
- buah-buah yang hampa akan terapung dan akan keluar melalui pintu pengeluaran
- kotoran-kotoran yang berat seperti pasir, Lumpur atau logam akan tenggelam kebawah dan keluar melalui lubang khusus
- buah kopi yang baik akan tenggelam ditengah dan keluar menuju ke pulper coffe (pengupas kulit kopi)
c. pemeliharaan
- bersihkan alat ini dari sisa-sisa kotoran setelah digunakan
- jagalah aliran air pada waktu alat bekerja
Pembersih dengan air bersikat
Alat ini terdiri dari suatu konveyor sabuk dan sendokan. Melalui konveyor ini buah-buah atau hasil pertanian lainnya dapat berpindah-pindah sesuai dengan sikat yang selalu berputar membersihkan buah atau hasil pertanian lainnya. Dibagian atas dari konveyor terdapat pipa-pipa untuk pengeluaran air.
Pembersih dengan menggunakan penyemprot air
- alat ini dapat terdiri dari sebuah konveyor sabuk yang berjalan dan dilengkapi dengan beberapa nozel untuk penyemprotan air
- atau berupa pompa, yang airnya dialirkan melalui pipa-pipa yang dipanaskan, sehingga akan diperoleh penyemprotan dengan air panas
Ayakan
Alat pemisah ini untuk memisahkan beras pecah kulit dari gabah yang masih bercampur,
Roller
Roller ini berguna untuk memisahkan butiran-butiran menjadi berbagai fraksi, yang pemisahannya berdasarkan ukuran dan bentuk lubang ayakan
Penyaring Aci
Saringan ini dipergunakan pada pabrik pembuat aci, yang menggunakan system tromol segi enam
Pemisah Magnetik dan Elektrik
Pemisah ini dipergunakan untuk memisahkan hasil-hasil pertanian dari kotoran-kotoran yang terdiri dari logam atau kotoran yang dapat tertarik oleh kekuatan magnit.
Ada tiga macam yaitu berbentuk drum, pulley dan magnit basah
Sentrifuge
Alat ini dipergunakan untuk memisahkan zat berlarut dengan pelarutnya. Pemisahan ini biasanya hanya terbatas pada pemisahan cairan, baik yang setrifuge tangan (hand centrifuge), pemisah sentrifugal (centrifugal decanter) dan sentrifusi tabung (tubular centrifuge)
Ayakan Berputar (revolving screen)
Saringan ini merupakan suatu tabung silinder yang dapat berputar pada sumbunya dan kedudukan silinder sedikit miring. Alat ini dipergunakan untuk memisahkan campuran butiran-butiran yang menjadi berbagai fraksi yang diameternya seragam dalam tiap-tiap fraksi.

III Metode Pembelajaran
• ceramah
• tanyajawab
• diskusi
• demonstrasi
• kerja kelompok
• proyek
• tugas
• praktikum

IV Langkah-langkah Pembelajaran
1 Kegiatan Awal
- ucapan salam
- melakukan presensi siswa
- menyapaikan pokok materi
- pre tes secara lisan
2 Kegiatan Inti
- menerangkan tentang teori dasar pindah panas
- menerangkan macam, jenis dan fungsi alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih)
- menerangkan bagian-bagian alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih)
- menerangkan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih)
- menerangkan dan memperagakan cara pengoperasikan alat mesin pemisah (sortasi, grading, pembersih) sesuai prosedur
- menerangkan keselamatan kerja
3 Kegiatan Akhir
- pos tes secara lisan
- pemberian tugas
- ucapan salam
V Alat / Bahan Pembelajaran
Alat Pembelajaran
• Paddy separator
• Ayakan
• Penyemprot air panas

Bahan Pembelajaran
• Bentuk, Macam dan fungsi
• Prinsip dan mekanisme kerja
• Spesifikasi dan bagian-bagian
• Gangguan dan cara mengatasi
• Keselamatan kerja
• Sifat dan bhp
• Persiapan bhp
• Karakteristik alat mesin
• Langkah kerja
• Penyetelan
• Factor-faktor yang mempengaruhi
• Perawatan berkala
• Pengecekan dan penyetelan
• Penyebab kerusakan dan akibatnya
• Teknik perbaikan
• Peraturan keselamatan kerja

VI Penilaian :

1). Tes Lisan
Jelaskan , tunjukkan, Bentuk, Macam, fungsi, Prinsip, mekanisme kerja, Spesifikasi, bagian-bagian, Gangguan, cara mengatasi dan Keselamatan kerja !

2). Tes Tulis

Sukorambi, 13 Nopember 2010
Kepala Sekolah Guru


Drs. Rinoto, M.Si. Mohammad Sholeh
Nip: Nip. 131470348

RPP Mengoperasikan alat mesin pemipil jagung

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Mata Pelajaran : Pengoperasian Alat Mesin Penanganan Hasil Pertanian ( PAM PHP)
Kelas / Semester : 11/gasal/genap
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran
Standar Kompetensi : Mengoperasikan alat mesin pemipil jagung tipe piringan
Kompetensi Dasar : 1. Mempersiapkan pekerjaan pemipilan jagung
2. Memasang piringan
3. Mengoperasikan alat mesin pemipil jagung tipe piringan
4. Menyelesaikan pekerjaan dan merawat alat mesin pemipil jagung tipe piringan
Indikator :

1) Prosedur pemeriksaan kondisi dan kelengkapan alat mesin pemipil jagung tipe piringan dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk
2) Kesiapan alat mesin pemipil jagung tipe piringan diperiksa secara teliti
3) Alat mesin pemipil jagung tipe piringan dibawa dari garasi ke lahan dengan benar
4) Kondisi jagung dikenali dengan baik untuk meningkatkan efisiensi pengoperasian alat mesin
5) Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja
6) Prosedur pemasangan piringan dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk
7) Alat mesin pemipil jagung tipe piringan diidentifikasi dan dibedakan berdasarkan spesifikasi teknis dan kapasitas.
8) Karakteristik piringan diidentifikasi dan dibedakan berdasarkan spesifikasi teknis dan kapasitas
9) Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja
10) Prosedur pengoperasian alat mesin pemipil jagung tipe piringan dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk.
11) Alat mesin pemipil jagung tipe piringan dioperasikan dengan benar dengan meminimalkan kehilangan waktu kerja
12) Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja
13) Kondisi akhir pemipilan jagung diperoleh sesuai standar
14) Prosedur perawatan alat mesin pemipil jagung tipe piringan dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk
15) Alat mesin pemipil jagung tipe piringan diperiksa secara teliti, terutama pada bagian yang bergerak relatif
16) Kerusakan ringan segera diperbaiki agar alat mesin pemipil jagung tipe piringan berfungsi dengan baik dan layak untuk dioperasikan
17) Mengisi formulir laporan pekerjaan yang telah ditentukan

I Tujuan Pembelajaran :

1) siswa dapat memahami teori dasar pemipil jagung tipe piringan
2) siswa dapat menjelaskan macam, jenis dan fungsi alat mesin pemipil jagung tipe piringan
3) siswa dapat menyebutkan bagian-bagian alat mesin pemipil jagung tipe piringan
4) siswa dapat menjelaskan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin pemipil jagung tipe piringan
5) siswa dapat mengoperasikan alat mesin pemipil jagung tipe piringan sesuai prosedur
6) siswa mampu bekerja sesuai dengan keselamatan kerja

II Materi Ajar
PEMIPIL JAGUNG
IFungsi
Untuk melepaskan biji jagung dari janggelnya

IIBagian – bagian Alat
1. Hopper ~ untuk menampung bahan
2. Silrnoir / ruang pemipil ~ untuk memipil jagung dan memisahkan dari kotoran dan janggel
3. Saluran penggeluaran hasil pemipilan ~ untuk menampung jagung yang dipipilkan
4. saluran pengeluaran janggel ~ menampung pengeluaran dari pada janggel

IIIPrinsip Kerja
Pemipilan jagung oleh silinderbewrgigi yang berputar

IVMekanisme Kerja
1. menyiapkan alat dan bahan
2. menghidupkan motor
3. memasukkan tongkol jagung
4. menampung hasil jagung pipilan dan janggel
5. setelah selesai dibersihkan

V 
Gangguan Kerja






VI
Cara mengatasi







VIIKeselamatan kerja
VIIISpesifikasi Alat
IXData lain

III Metode Pembelajaran
• ceramah
• tanyajawab
• diskusi
• demonstrasi
• kerja kelompok
• proyek
• tugas
• praktikum

IV Langkah-langkah Pembelajaran
1 Kegiatan Awal
- ucapan salam
- melakukan presensi siswa
- menyapaikan pokok materi
- pre tes secara lisan
2 Kegiatan Inti
- menerangkan tentang teori dasar pemipil jagung tipe piringan
- menerangkan macam, jenis dan fungsi alat mesin pemipil jagung tipe piringan
- menerangkan bagian-bagian alat mesin pemipil jagung tipe piringan
- menerangkan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin pemipil jagung tipe piringan
- menerangkan dan memperagakan cara pengoperasikan alat mesin pemipil jagung tipe piringan sesuai prosedur
- menerangkan keselamatan kerja
3 Kegiatan Akhir
- pos tes secara lisan
- pemberian tugas
- ucapan salam

V Alat / Bahan Pembelajaran

Alat Pembelajaran
1. pemipil jagung tipe piringan
2. kelengkapannya


Bahan Pembelajaran
• Bentuk, Macam dan fungsi
• Prinsip dan mekanisme kerja
• Spesifikasi dan bagian-bagian
• Gangguan dan cara mengatasi
• Keselamatan kerja
• Sifat dan bhp
• Persiapan bhp
• Karakteristik alat mesin
• Langkah kerja
• penyetelan
• Factor-faktor yang mempengaruhi
• Perawatan berkala
• Pengecekan dan penyetelan
• Penyebab kerusakan dan akibatnya
• Teknik perbaikan
• Peraturan keselamatan kerja

VI Penilaian :

1). Tes Lisan

Jelaskan , tunjukkan, Bentuk, Macam, fungsi, Prinsip, mekanisme kerja, Spesifikasi, bagian-bagian, Gangguan, cara mengatasi dan Keselamatan kerja !

2). Tes Tulis

Sukorambi, 13 Nopember 2010
Kepala Sekolah Guru


Drs. Rinoto, M.Si. Mohammad Sholeh
Nip: .......... Nip 131470348