Taukhid
There is no god worthy of worship except God and Muhammad (peace be upon Him) is His messenger
Jumat, 21 Agustus 2009
Senin, 22 Juni 2009
Rekrutmen Kepsek Masih Lemah
Rekrutmen Kepsek Masih Lemah
JAKARTA -- Proses rekruitmen dan seleksi kepala sekolah (kepsek) di Indonesia masih dianggap lemah. Kelemahan ini menyebabkan rendahnya kualitas kepsek di level pendidikan TK, SD, hingga, SMA, terutama dalam hal manajerial dan supervisi. ''Seleksi masih berdasarkan suka dan tidak suka. Kalau suka oke, kalau tidak ya tidak jadi. Prosesnya hanya beberapa hari,'' ungkap Direktur Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas, Surya Dharma.
Menurut Surya, kondisi ini berbeda dengan beberapa negara maju di kawasan Asia, seperti Singapura. ''Di negara tersebut, proses seleksi terhadap kepsek berjalan selama enam bulan,'' cetusnya saat peluncuran program pelatihan kepala sekolah bekerjasama dengan Temasek Foundation dan National Institute Of Education (NIE) Singapura, Senin (22/6).
Berdasarkan Permendiknas No 13/2007 tentang kompetensi kepsek, kata Surya, disebutkan ada lima kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang kepsek: kepribadian, sosial, entrepreuneur, manajerial, dan supervisi. Kemampuan manajerial dan supervisi inilah yang paling utama bagi seorang kepsek. ''Tapi sayangnya, berdasarkan data empiris, justru kedua hal ini yang paling rendah kompetensinya di seluruh Indonesia,'' jelasnya.
Surya mengatakan, di era otonomi daerah, kompetensi kepsek saat ini menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, lanjut dia, daerah memegang kendali utama atas nasib para kepsek yang jumlahnya mencapai 250 ribu orang untuk tingkat SD sampai SMA. ''Saya berharap agar pemerintah daerah peduli dengan sistem perekrutan kepsek yang sesuai Permendiknas No 13/2007,'' cetusnya.
Jika kompetensi manajerial dan supervisi terpenuhi maka yang paling diuntungkan adalah seluruh komunitas yang ada di satuan pendidikan yang bersangkutan. ''Dari situ, kepemimpinan seorang kepala sekolah bisa diandalkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masing-masing sekolah,'' jaminnya.
Di tingkat pusat, ujar Surya, program kerjasama untuk peningkatan mutu kepemimpinan kepala sekolah pun terus dilakukan. Salah satunya kerjasama dengan Temasek Foundation dan NIE dari Singapura. Sejumlah 120 kepala sekolah dan widyaiswara dari 30 provinsi di seluruh Indonesia berhak mengikuti Training of Trainer (TOT) di NIE Singapura selama 2 minggu sejak 23 Juni 2009. ''Mereka akan dilatih selama sepuluh hari untuk memaksimalkan potensi kepemimpinan dan manajerial dalam lingkungan sekolah,' jelasnya.
Direktur NIE, Prof Lee Sing Kong mengaku siap menerima kedatangan 120 orang delegasi pelatihan kepemimpinan dari Indonesia yang sebagian besar kepsek. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 5,7 miliar yang sepenuhnya berasal dari Temasek Foundation.
Menurut Lee, sudah sepantasnya para kepala sekolah di Indonesia memiliki kompetensi supervisi dan manajerial. NIE, katanya, siap membantu pemerintah Indonesia dalam meningkatkan potensi kepsek. ''Diharapkan apa yang didapat di NIE bisa diadaptasi oleh para kepsek dan widyaiswara untuk kemudian ditularkan kepada kepsek lainnya,'' tegasnya.eye/bur
http://www.republika.co.id/berita/57763/Rekrutmen_Kepsek_Masih_Lemah
JAKARTA -- Proses rekruitmen dan seleksi kepala sekolah (kepsek) di Indonesia masih dianggap lemah. Kelemahan ini menyebabkan rendahnya kualitas kepsek di level pendidikan TK, SD, hingga, SMA, terutama dalam hal manajerial dan supervisi. ''Seleksi masih berdasarkan suka dan tidak suka. Kalau suka oke, kalau tidak ya tidak jadi. Prosesnya hanya beberapa hari,'' ungkap Direktur Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas, Surya Dharma.
Menurut Surya, kondisi ini berbeda dengan beberapa negara maju di kawasan Asia, seperti Singapura. ''Di negara tersebut, proses seleksi terhadap kepsek berjalan selama enam bulan,'' cetusnya saat peluncuran program pelatihan kepala sekolah bekerjasama dengan Temasek Foundation dan National Institute Of Education (NIE) Singapura, Senin (22/6).
Berdasarkan Permendiknas No 13/2007 tentang kompetensi kepsek, kata Surya, disebutkan ada lima kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang kepsek: kepribadian, sosial, entrepreuneur, manajerial, dan supervisi. Kemampuan manajerial dan supervisi inilah yang paling utama bagi seorang kepsek. ''Tapi sayangnya, berdasarkan data empiris, justru kedua hal ini yang paling rendah kompetensinya di seluruh Indonesia,'' jelasnya.
Surya mengatakan, di era otonomi daerah, kompetensi kepsek saat ini menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, lanjut dia, daerah memegang kendali utama atas nasib para kepsek yang jumlahnya mencapai 250 ribu orang untuk tingkat SD sampai SMA. ''Saya berharap agar pemerintah daerah peduli dengan sistem perekrutan kepsek yang sesuai Permendiknas No 13/2007,'' cetusnya.
Jika kompetensi manajerial dan supervisi terpenuhi maka yang paling diuntungkan adalah seluruh komunitas yang ada di satuan pendidikan yang bersangkutan. ''Dari situ, kepemimpinan seorang kepala sekolah bisa diandalkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masing-masing sekolah,'' jaminnya.
Di tingkat pusat, ujar Surya, program kerjasama untuk peningkatan mutu kepemimpinan kepala sekolah pun terus dilakukan. Salah satunya kerjasama dengan Temasek Foundation dan NIE dari Singapura. Sejumlah 120 kepala sekolah dan widyaiswara dari 30 provinsi di seluruh Indonesia berhak mengikuti Training of Trainer (TOT) di NIE Singapura selama 2 minggu sejak 23 Juni 2009. ''Mereka akan dilatih selama sepuluh hari untuk memaksimalkan potensi kepemimpinan dan manajerial dalam lingkungan sekolah,' jelasnya.
Direktur NIE, Prof Lee Sing Kong mengaku siap menerima kedatangan 120 orang delegasi pelatihan kepemimpinan dari Indonesia yang sebagian besar kepsek. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 5,7 miliar yang sepenuhnya berasal dari Temasek Foundation.
Menurut Lee, sudah sepantasnya para kepala sekolah di Indonesia memiliki kompetensi supervisi dan manajerial. NIE, katanya, siap membantu pemerintah Indonesia dalam meningkatkan potensi kepsek. ''Diharapkan apa yang didapat di NIE bisa diadaptasi oleh para kepsek dan widyaiswara untuk kemudian ditularkan kepada kepsek lainnya,'' tegasnya.eye/bur
http://www.republika.co.id/berita/57763/Rekrutmen_Kepsek_Masih_Lemah
Selasa, 21 April 2009
Perasaan Iri yang Tak Sehat..!
Perasaan Iri yang Tak Sehat..! Psikologi:
• Perasaan iri itu wajar, jika masih dalam kategori sehat. Lumrah pula jika perasaan itu terjadi pada anak-anak yang sedang dalam masa perkembangan. Persoalan muncul jika rasa iri tak sehat terjadi pada orang dewasa.
Kasus:
“Ibu Dewi, saya ingin menceriterakan persoalan ini, bukan karena saya mengalami sebagai sasaran iri hati. Saya justru sebagai orang yang melihat bahwa iri hati tampakaya bisa menimbulkan ketidaknyamanan luar biasi bagi orang yang menjadi sumber keirian itu. Ceritanya, di kantor kami ada seorang teman, sebutlah namanya Ivan yang saya pikir memiliki perasaan iri hati berlebihan. Dia selalu menunjukkan rasa tidak senang terhadap orang lain yang mendapatkan promosi, penghargaan, perhatian. bahkan sekadar pemberian sapaan lebih dulu. Misalnya ada kawan yang ditunjuk menjadi ketua panitia piknik perusahaan, dia akan menunjukkan reaksi tidak suka secara terbuka. Begitu pun jika ada teman yang dikerubuti teman-teman lain karena memiliki bahan cerita menarik atau orang itu menjadi tempat curhat, dia pun menunjukkan ketidaksenangan. Ivan bukannya tidak memiliki kelebihan. Dia cukup cerdas, produktif sehingga memiliki kedudukan lumayan. Sayangnya, dia tampaknya belum dewasa. Kebetulan di kantor kami ada seorang teman, sebutlah namanya Budi, yang lebih junior baik dalam usia maupun pengalaman kerja, namun memiliki potensi dan aneka kelebihan lain dibanding Ivan. Karena itulah Budi lebih cepat naik kariernya. Dibandingkan lainnya, Budi inilah yang paling menjadi sasaran iri hati Ivan. Ketidaksenangan Ivan terhadap Budi sudah diperlihatkan sejak dia baru masuk kerja dan terus berlanjut hingga pada suatu hari Budi berkata pada saya. Sudah tidak kuat lagi saya bekerja di sini. Bukan karena sebab apa pun, kecuali bahwa saya sudah tidak sanggup lagi menjadi objek iri hati Pak Ivan. Saya sangat menyesalkan keadaan ini dan baru menyadari bahwa rasa iri ternyata bisa sangat rnengganggu hubungan kerjasama dalam tim dan perusahaan bisa dirugikan karena kehilangan orang baik dan potensial. Budi akhirnya pindah ke perusahaan lain. Ivan sendirii selama ini cenderung memilih teman-teman dekat yang tingkatnya jauh di bawah dia dalam usia, kedudukan, pendidikan, maupun kemampuan ekonomi. Namun, mereka tampaknya dapat dikendalikan dan diaturnya. Saya sangat mengharapkan penjelasan Ibu Dewi tentang persoalan iri hati ini. Harus diakui, saya sendiri kadang-kadang memiliki rasa iri, tapi tidak sampai sebegitu mengganggu diri sendiri maupun orang lain."
(Rusty, Yogya)
Jawab:
Perasaan Wajar
• Benarkah ada rasa iri yang sehat? Kata iri umumnya diartikan tidak sehat. Kalau kita ingat masa kanak-kanak dulu antara satu anak dengan yang lain, antara kakak dengan adik, bisa timbul perseteruan kuat karena salah satu ada yang iri.
Rasa iri yang timbul pada masa kanak-kanak bisa saja dikarenakan salah satu pihak melihat bahwa pihak lainnya mendapat atau mencapai sesuatu yang lebih baik atau lebih banyak daripada dia.
Rasa iri ini menjadi lebih kuat lagi apabila pada mereka ada perasaan atau anggapan bahwa orang lain tidak berhak atau pantas untuk mendapatkan sesuatu itu. Biasanya mereka yang iri itu menilai bahwa dirinya serba lebih dibandingkan dengan yang lain. Anak-anak yang memiliki rasa iri seringkali menunjukkan sifat-sifat yang kurang baik dalam berhubungan denga lingkungan. Dia bisa menunjukkan sikap permusuhan antara lain dengan tidak mau bicara, mencibir, dan mengolok-olok pihak yang membuatnya iri. Hanya saja, pada anak-anak jangka waktu permusuhan ini cepat berlalu.
Peristiwa seperti ini sering dijumpai pada anak-anak dan dianggap wajar karena mereka masih berada dalam masa perkembangan sosial dan emosional. Mereka masih sulit untuk bisa mengendalikan diri agar tidak menampilkan sikap permusuhan secara terbuka. Dan itu wajar saja.
Namun, jika sikap-sikap seperti yang ditunjukkan oleh anak-anak tadi masih bisa kita jumpai pada orang dewasa, apalagi sudah bekerja, kita dapat mengatakan bahwa dia sebenarnya belum dewasa.
Rasa iri memang bukan hanya milik anak-anak. Sampai tua, orang dewasa pun masih mungkin memiliki rasa iri. Yang seharusnya berbeda adalah cara mengatasi perasaan tersebut.
Sangat Mengganggu
• Kalau kita melihat pada kasus Ivan, rata-rata orang di sekitarnya menilai bahwa sikap dia kekanak-kanakan. Padahal, teman-teman yang di lingkungan kerjanya mengakui bahwa dia adalah orang yang produktif.
Ivan bahkan diakui sebagai orang yang cerdas, sehingga sangat disayangkan bahwa ia masih memiliki cara-cara yang tidak dewasa seperti itu. Selama sikap Ivan ini tidak mempunyai kaitan dengan masalah kerja sama, artinya kalau pekerjaan dia tidak ada hubungan dengan kepentingan pekerjaan dengan orang lain, sikap iri hati berlebihan itu tidak perlu dirisaukan.
Kita bisa mengatakan bahwa sifat kekanak-kanakannya adalah ciri khas dia yang tidak perlu dipermasalahkan. Namun, apabila sikap yang dia tunjukkan itu berdampak pada orang lain yang harus selalu bekerja sama dengan dia dalam satu kelompok, sikap Ivan ini perlu mendapat perhatian serius.
Mengapa demikian? Tak lain karena sikap yang ditampilkan akibat rasa iri pada dirinya itu sudah dapat digolongkan tidak sehat. Cara Ivan memperlakukan dan menghadapi kawannya, Budi, sudah tidak wajar lagi sebagai orang dewasa.
Budi sudah merasa sangat terganggu kalau harus bekerja sama dengan Ivan. Jelas hal ini akan berakibat pada kinerja yang tidak optimal. Bahkan bisa merugikan unit kerja yang bersangkutan.
Iri Positif
• Cukup banyak individu dewasa yang masih bisa mempunyai rasa iri kepada orang lain yang lebih berhasil, diakui, dan diperhatikan oleh orang-orang lain.
Namun, perasaan iri tersebut tidak menimbulkan sikap-sikap negatif bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri. Bahkan justrru sebaliknya perasan iri itu memacu dia untuk berusaha melakukan upaya-upaya konstruktif agar mendapatkan apa yang diperoleh oleh orang lain tadi.
Misalnya iri karena orang lain yang menurut dia tidak sepandai dirinya ternyata bisa mendapatkan promosi. Kondisi ini selain menimbulkan rasa iri ternyata mendorong atau menyadarkan dia untuk mencari tahu lebih jauh apa yang membuat orang tersebut dipromosikan dan bukan dirinya.
Bisa saja akhirnya dia mendapatkan jawaban bahwa orang lain tadi dipromosikan karena kreatif dan luwes yang ternyata kedua faktor tersebut tidak dimilikinya. Karena dia juga tetap ingin maju menyaingi rekan tadi, orang tersebut mulai saat itu mencoba menunjukkan keunggulan-keunggulannya secara lebih besar lagi. Inilah yang disebut iri positif atau sehat, lawan kata dari iri negatif atau yang tidak sehat, yang tak merugikan orang lain maupun diri sendiri.
Penanganan Khusus
• Kalau Ivan pada dasarnya memiliki perasaan iri kepada Budi dan betul bahwa sikapnya sudah mulai merugikan Budi dalam lingkungan kerjanya, sudah saatnya Ivan diberi penanganan atau pembimbingan lebih khusus.
Dalam hal ini orang yang tepat untuk membantu adalah yang cukup dekat atau atasan langsungnya. Tentu saja tidak dengan menuding bahwa dia telah bersikap buruk, melainkan mencoba menyadarkan bahwa kadang-kadang ada sikap-sikap kerja sama dia yang kurang positif. Bisa juga menyampaikannya sebagai umpan balik di saat yang paling tepat, misalnya ketika penilaian kerja (PK).
Jika Budi belum telanjur keluar atau jika Anda mengalami peristiwa seperti Budi yang menjadi objek iri hati, sebaiknya tetap berusaha berbesar hati datang kepada Ivan atau siapa pun teman Anda, untuk membicarakan atau mengungkapkan perasaan tersebut. Usahakan sebisanya agar persoalan tersebut dapat diselesaikan diantara Anda.@
Jumat, 02 Mei 2003, 12:19 WIB
Jakarta, Jum'at
Oleh: DR. Dewi Matindas, Psikolog
• Perasaan iri itu wajar, jika masih dalam kategori sehat. Lumrah pula jika perasaan itu terjadi pada anak-anak yang sedang dalam masa perkembangan. Persoalan muncul jika rasa iri tak sehat terjadi pada orang dewasa.
Kasus:
“Ibu Dewi, saya ingin menceriterakan persoalan ini, bukan karena saya mengalami sebagai sasaran iri hati. Saya justru sebagai orang yang melihat bahwa iri hati tampakaya bisa menimbulkan ketidaknyamanan luar biasi bagi orang yang menjadi sumber keirian itu. Ceritanya, di kantor kami ada seorang teman, sebutlah namanya Ivan yang saya pikir memiliki perasaan iri hati berlebihan. Dia selalu menunjukkan rasa tidak senang terhadap orang lain yang mendapatkan promosi, penghargaan, perhatian. bahkan sekadar pemberian sapaan lebih dulu. Misalnya ada kawan yang ditunjuk menjadi ketua panitia piknik perusahaan, dia akan menunjukkan reaksi tidak suka secara terbuka. Begitu pun jika ada teman yang dikerubuti teman-teman lain karena memiliki bahan cerita menarik atau orang itu menjadi tempat curhat, dia pun menunjukkan ketidaksenangan. Ivan bukannya tidak memiliki kelebihan. Dia cukup cerdas, produktif sehingga memiliki kedudukan lumayan. Sayangnya, dia tampaknya belum dewasa. Kebetulan di kantor kami ada seorang teman, sebutlah namanya Budi, yang lebih junior baik dalam usia maupun pengalaman kerja, namun memiliki potensi dan aneka kelebihan lain dibanding Ivan. Karena itulah Budi lebih cepat naik kariernya. Dibandingkan lainnya, Budi inilah yang paling menjadi sasaran iri hati Ivan. Ketidaksenangan Ivan terhadap Budi sudah diperlihatkan sejak dia baru masuk kerja dan terus berlanjut hingga pada suatu hari Budi berkata pada saya. Sudah tidak kuat lagi saya bekerja di sini. Bukan karena sebab apa pun, kecuali bahwa saya sudah tidak sanggup lagi menjadi objek iri hati Pak Ivan. Saya sangat menyesalkan keadaan ini dan baru menyadari bahwa rasa iri ternyata bisa sangat rnengganggu hubungan kerjasama dalam tim dan perusahaan bisa dirugikan karena kehilangan orang baik dan potensial. Budi akhirnya pindah ke perusahaan lain. Ivan sendirii selama ini cenderung memilih teman-teman dekat yang tingkatnya jauh di bawah dia dalam usia, kedudukan, pendidikan, maupun kemampuan ekonomi. Namun, mereka tampaknya dapat dikendalikan dan diaturnya. Saya sangat mengharapkan penjelasan Ibu Dewi tentang persoalan iri hati ini. Harus diakui, saya sendiri kadang-kadang memiliki rasa iri, tapi tidak sampai sebegitu mengganggu diri sendiri maupun orang lain."
(Rusty, Yogya)
Jawab:
Perasaan Wajar
• Benarkah ada rasa iri yang sehat? Kata iri umumnya diartikan tidak sehat. Kalau kita ingat masa kanak-kanak dulu antara satu anak dengan yang lain, antara kakak dengan adik, bisa timbul perseteruan kuat karena salah satu ada yang iri.
Rasa iri yang timbul pada masa kanak-kanak bisa saja dikarenakan salah satu pihak melihat bahwa pihak lainnya mendapat atau mencapai sesuatu yang lebih baik atau lebih banyak daripada dia.
Rasa iri ini menjadi lebih kuat lagi apabila pada mereka ada perasaan atau anggapan bahwa orang lain tidak berhak atau pantas untuk mendapatkan sesuatu itu. Biasanya mereka yang iri itu menilai bahwa dirinya serba lebih dibandingkan dengan yang lain. Anak-anak yang memiliki rasa iri seringkali menunjukkan sifat-sifat yang kurang baik dalam berhubungan denga lingkungan. Dia bisa menunjukkan sikap permusuhan antara lain dengan tidak mau bicara, mencibir, dan mengolok-olok pihak yang membuatnya iri. Hanya saja, pada anak-anak jangka waktu permusuhan ini cepat berlalu.
Peristiwa seperti ini sering dijumpai pada anak-anak dan dianggap wajar karena mereka masih berada dalam masa perkembangan sosial dan emosional. Mereka masih sulit untuk bisa mengendalikan diri agar tidak menampilkan sikap permusuhan secara terbuka. Dan itu wajar saja.
Namun, jika sikap-sikap seperti yang ditunjukkan oleh anak-anak tadi masih bisa kita jumpai pada orang dewasa, apalagi sudah bekerja, kita dapat mengatakan bahwa dia sebenarnya belum dewasa.
Rasa iri memang bukan hanya milik anak-anak. Sampai tua, orang dewasa pun masih mungkin memiliki rasa iri. Yang seharusnya berbeda adalah cara mengatasi perasaan tersebut.
Sangat Mengganggu
• Kalau kita melihat pada kasus Ivan, rata-rata orang di sekitarnya menilai bahwa sikap dia kekanak-kanakan. Padahal, teman-teman yang di lingkungan kerjanya mengakui bahwa dia adalah orang yang produktif.
Ivan bahkan diakui sebagai orang yang cerdas, sehingga sangat disayangkan bahwa ia masih memiliki cara-cara yang tidak dewasa seperti itu. Selama sikap Ivan ini tidak mempunyai kaitan dengan masalah kerja sama, artinya kalau pekerjaan dia tidak ada hubungan dengan kepentingan pekerjaan dengan orang lain, sikap iri hati berlebihan itu tidak perlu dirisaukan.
Kita bisa mengatakan bahwa sifat kekanak-kanakannya adalah ciri khas dia yang tidak perlu dipermasalahkan. Namun, apabila sikap yang dia tunjukkan itu berdampak pada orang lain yang harus selalu bekerja sama dengan dia dalam satu kelompok, sikap Ivan ini perlu mendapat perhatian serius.
Mengapa demikian? Tak lain karena sikap yang ditampilkan akibat rasa iri pada dirinya itu sudah dapat digolongkan tidak sehat. Cara Ivan memperlakukan dan menghadapi kawannya, Budi, sudah tidak wajar lagi sebagai orang dewasa.
Budi sudah merasa sangat terganggu kalau harus bekerja sama dengan Ivan. Jelas hal ini akan berakibat pada kinerja yang tidak optimal. Bahkan bisa merugikan unit kerja yang bersangkutan.
Iri Positif
• Cukup banyak individu dewasa yang masih bisa mempunyai rasa iri kepada orang lain yang lebih berhasil, diakui, dan diperhatikan oleh orang-orang lain.
Namun, perasaan iri tersebut tidak menimbulkan sikap-sikap negatif bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri. Bahkan justrru sebaliknya perasan iri itu memacu dia untuk berusaha melakukan upaya-upaya konstruktif agar mendapatkan apa yang diperoleh oleh orang lain tadi.
Misalnya iri karena orang lain yang menurut dia tidak sepandai dirinya ternyata bisa mendapatkan promosi. Kondisi ini selain menimbulkan rasa iri ternyata mendorong atau menyadarkan dia untuk mencari tahu lebih jauh apa yang membuat orang tersebut dipromosikan dan bukan dirinya.
Bisa saja akhirnya dia mendapatkan jawaban bahwa orang lain tadi dipromosikan karena kreatif dan luwes yang ternyata kedua faktor tersebut tidak dimilikinya. Karena dia juga tetap ingin maju menyaingi rekan tadi, orang tersebut mulai saat itu mencoba menunjukkan keunggulan-keunggulannya secara lebih besar lagi. Inilah yang disebut iri positif atau sehat, lawan kata dari iri negatif atau yang tidak sehat, yang tak merugikan orang lain maupun diri sendiri.
Penanganan Khusus
• Kalau Ivan pada dasarnya memiliki perasaan iri kepada Budi dan betul bahwa sikapnya sudah mulai merugikan Budi dalam lingkungan kerjanya, sudah saatnya Ivan diberi penanganan atau pembimbingan lebih khusus.
Dalam hal ini orang yang tepat untuk membantu adalah yang cukup dekat atau atasan langsungnya. Tentu saja tidak dengan menuding bahwa dia telah bersikap buruk, melainkan mencoba menyadarkan bahwa kadang-kadang ada sikap-sikap kerja sama dia yang kurang positif. Bisa juga menyampaikannya sebagai umpan balik di saat yang paling tepat, misalnya ketika penilaian kerja (PK).
Jika Budi belum telanjur keluar atau jika Anda mengalami peristiwa seperti Budi yang menjadi objek iri hati, sebaiknya tetap berusaha berbesar hati datang kepada Ivan atau siapa pun teman Anda, untuk membicarakan atau mengungkapkan perasaan tersebut. Usahakan sebisanya agar persoalan tersebut dapat diselesaikan diantara Anda.@
Jumat, 02 Mei 2003, 12:19 WIB
Jakarta, Jum'at
Oleh: DR. Dewi Matindas, Psikolog
Seuntai Nasehat
Seuntai Nasehat
Ali bin Abi Thalib
Dosa terbesar adalah ketakutan
Rekreasi terbaik adalah bekerja
Musibah terbesar adalah keputusasaan
Keberanian terbesar adalah kesabaran
Guru terbaik adalah pengalaman
Misteri terbesar adalah kematian
Kehormatan terbesar adalah kesetiaan
Karunia terbesar adalah anak shalih
Sumbangan terbesar adalah partisipasi
Modal terbesar adalah kemandirian
MQ/ Edisi Khusus/ Vol 7/ Oktober 2006 M/ Ramadhan-Syawwal 1427 H/ halaman 3
Seuntai Nasehat
Syekh Musthafa as-Siba’i
Kunjungilah penjara sekali dalam seumur hidupmu agar engkau tahu betapa berharganya nikmat kebebasan
Kunjungilah pengadilan satu kali dalam satu tahun agar engkau tahu betapa berharganya kelakuanmu yang baik
Kunjungilah rumah sakit sekali dalam satu bulan agar engkau tahu betapa mahalnya nikmat kesehatan
Kunjungilah taman, kebun dan pepohonan sekali dalam seminggu agar engkau tahu betapa luar biasanya nikmat udara segar dan keindahan alam
Dan kunjungilah Tuhanmu (Allah Swt) setiap waktu agar engkau tahu betapa besar kasih dan sayang-Nya yang Dia (Allah Swt) curahkan kepadamu
MQ/ No.9/ Vol 7/ 7 – 20 September 2006 M/ 14 – 27 Sya’ban 1427 H/ halaman 3
Seuntai Nasehat
Sahalafus Shalih
Barang siapa meninggalkan berlebihan dalam berbicara maka ia akan memperoleh hikmah dalam lisannya
Barang siapa meninggalkan berlebihan dalam pandangan maka ia akan memperoleh kekhusyukan dalam ibadahnya
Barang siapa meninggalkan berlebihan dalam makan maka ia akan diberi kelezatan dalam ibadahnya
Barang siapa meninggalkan berlebihan dalam tertawa maka ia akan memperoleh kewibawaan
Barang siapa meninggalkan cinta dunia maka ia akan memperoleh cinta akherat
Barang siapa meninggalkan kesibukan terhadap aib orang lain maka ia akan memperoleh kesibukan memperbaiki aibnya sendiri
MQ/ No.11/ Vol 7/ 9 – 22 Nopember 2006 M/ 17 Syawwal – 1 Dzulqa’dah 1427 H/ halaman 3
Seuntai Nasehat
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
Pandangan Mata
Menjaga pandangan mata menjamin kebahagiaan seorang hamba dunia akhirat
Memelihara pandangan mata memberi nuansa kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya
Menahan pandangan mata bisa menguatkan hati dan membuat orang lebih bahagia
Sungguh, menjaga pandangan akan menutup pintu masuk setan ke dalam hati
MQ/ No.11/ Vol 7/ 9 – 22 Nopember 2006 M/ 17 Syawwal – 1 Dzulqa’dah 1427 H/ halaman 3
Ali bin Abi Thalib
Dosa terbesar adalah ketakutan
Rekreasi terbaik adalah bekerja
Musibah terbesar adalah keputusasaan
Keberanian terbesar adalah kesabaran
Guru terbaik adalah pengalaman
Misteri terbesar adalah kematian
Kehormatan terbesar adalah kesetiaan
Karunia terbesar adalah anak shalih
Sumbangan terbesar adalah partisipasi
Modal terbesar adalah kemandirian
MQ/ Edisi Khusus/ Vol 7/ Oktober 2006 M/ Ramadhan-Syawwal 1427 H/ halaman 3
Seuntai Nasehat
Syekh Musthafa as-Siba’i
Kunjungilah penjara sekali dalam seumur hidupmu agar engkau tahu betapa berharganya nikmat kebebasan
Kunjungilah pengadilan satu kali dalam satu tahun agar engkau tahu betapa berharganya kelakuanmu yang baik
Kunjungilah rumah sakit sekali dalam satu bulan agar engkau tahu betapa mahalnya nikmat kesehatan
Kunjungilah taman, kebun dan pepohonan sekali dalam seminggu agar engkau tahu betapa luar biasanya nikmat udara segar dan keindahan alam
Dan kunjungilah Tuhanmu (Allah Swt) setiap waktu agar engkau tahu betapa besar kasih dan sayang-Nya yang Dia (Allah Swt) curahkan kepadamu
MQ/ No.9/ Vol 7/ 7 – 20 September 2006 M/ 14 – 27 Sya’ban 1427 H/ halaman 3
Seuntai Nasehat
Sahalafus Shalih
Barang siapa meninggalkan berlebihan dalam berbicara maka ia akan memperoleh hikmah dalam lisannya
Barang siapa meninggalkan berlebihan dalam pandangan maka ia akan memperoleh kekhusyukan dalam ibadahnya
Barang siapa meninggalkan berlebihan dalam makan maka ia akan diberi kelezatan dalam ibadahnya
Barang siapa meninggalkan berlebihan dalam tertawa maka ia akan memperoleh kewibawaan
Barang siapa meninggalkan cinta dunia maka ia akan memperoleh cinta akherat
Barang siapa meninggalkan kesibukan terhadap aib orang lain maka ia akan memperoleh kesibukan memperbaiki aibnya sendiri
MQ/ No.11/ Vol 7/ 9 – 22 Nopember 2006 M/ 17 Syawwal – 1 Dzulqa’dah 1427 H/ halaman 3
Seuntai Nasehat
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
Pandangan Mata
Menjaga pandangan mata menjamin kebahagiaan seorang hamba dunia akhirat
Memelihara pandangan mata memberi nuansa kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya
Menahan pandangan mata bisa menguatkan hati dan membuat orang lebih bahagia
Sungguh, menjaga pandangan akan menutup pintu masuk setan ke dalam hati
MQ/ No.11/ Vol 7/ 9 – 22 Nopember 2006 M/ 17 Syawwal – 1 Dzulqa’dah 1427 H/ halaman 3
Minggu, 22 Maret 2009
Sifat amanah
Sifat amanah
Tatkala Allah SWT menawarkan amanat (tugas-tugas keagamaan) kepada langit, bumi, dan gunung-gunung untuk dipikulnya, semuanya menolak. Mereka khawatir akan mengkhianatinya. Amanat itu lalu diemban oleh manusia. Namun manusia mudah melalaikannya; sungguh ia sangat zalim dan amat bodoh (baca Q. S. 33: 72). Kesediaan manusia memikul amanat merupakan sebuah pilihan yang menentukan. Keputusan Allah di akhirat kelak, antara lain bergantung pada sejauh mana amanat dibawa oleh manusia: Ia akan menyiksa orang munafik serta musyrik, dan mengampuni orang mukmin (baca Q. S. 33: 73). Amanat menjadi batu ujian bagi manusia. Agar berhasil menjalankan amanat, manusia harus mampu meneguhkan sifat amanah (tepercaya karena jujur dan bertanggung jawab) di dalam dirinya.
Sifat amanah akan mengantarkan seseorang kepada kedudukan mulia. Kehidupan Nabi SAW -- sungguh pun belum menjadi nabi -- adalah contohnya. Sebagai orang yang amin (tepercaya), di kala umurnya belum mencapai 25 tahun, beliau sudah diamanati oleh Khadijah untuk mengurus bisnisnya yang beroperasi hingga ke Negeri Syams (Suriah). Pada usia ke-35, para pemimpin suku Quraisy sepakat memberi beliau amanat menyelesaikan persengketaan soal siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad di tempatnya, di sudut Ka'bah. Tugas-tugas tadi diselesaikan dengan baik, sehingga layaklah beliau bergelar Al-Amin. Islam memandang sifat amanah sebagai bagian tak terpisahkan dari keimanan. Konsekuensi beriman adalah menaati semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Jadi, iman itu sendiri suatu amanat bagi seorang mukmin. Karenanya, Allah berpesan agar seorang mukmin senantiasa menunaikan amanat dan janganlah berkhianat. Firman-Nya, ''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.'' (Q. S. 4: 58).
Pantulan dan jelmaan iman seseorang dapat tampak pada sikap dan sifat amanahnya di dalam menjalankan profesi, jabatan, atau kedudukan apa pun yang dipegangnya. Seorang hakim akan dikatakan amin, jika menjunjung keadilan dalam memutuskan perkara. Pejabat yang amin tentu mengutamakan pengabdian kepada rakyat dan negara. Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap saling amanah merupakan kekuatan moral yang bukan hanya mampu menepis berbagai kecurangan dan penipuan, melainkan sanggup pula memacu etos amal yang produktif. ''Dunia,'' tutur Nabi SAW, ''tak akan mengancam manusia sepanjang empat perkara dipertahankan: memelihara amanat, berbicara benar, berperangai baik, dan berusaha secara bersih.'' - ahi
By Republika Newsroom
Kamis, 19 Maret 2009 pukul 10:42:00
http://www.republika.co.id/berita/38537/Sifat_amanah
Tatkala Allah SWT menawarkan amanat (tugas-tugas keagamaan) kepada langit, bumi, dan gunung-gunung untuk dipikulnya, semuanya menolak. Mereka khawatir akan mengkhianatinya. Amanat itu lalu diemban oleh manusia. Namun manusia mudah melalaikannya; sungguh ia sangat zalim dan amat bodoh (baca Q. S. 33: 72). Kesediaan manusia memikul amanat merupakan sebuah pilihan yang menentukan. Keputusan Allah di akhirat kelak, antara lain bergantung pada sejauh mana amanat dibawa oleh manusia: Ia akan menyiksa orang munafik serta musyrik, dan mengampuni orang mukmin (baca Q. S. 33: 73). Amanat menjadi batu ujian bagi manusia. Agar berhasil menjalankan amanat, manusia harus mampu meneguhkan sifat amanah (tepercaya karena jujur dan bertanggung jawab) di dalam dirinya.
Sifat amanah akan mengantarkan seseorang kepada kedudukan mulia. Kehidupan Nabi SAW -- sungguh pun belum menjadi nabi -- adalah contohnya. Sebagai orang yang amin (tepercaya), di kala umurnya belum mencapai 25 tahun, beliau sudah diamanati oleh Khadijah untuk mengurus bisnisnya yang beroperasi hingga ke Negeri Syams (Suriah). Pada usia ke-35, para pemimpin suku Quraisy sepakat memberi beliau amanat menyelesaikan persengketaan soal siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad di tempatnya, di sudut Ka'bah. Tugas-tugas tadi diselesaikan dengan baik, sehingga layaklah beliau bergelar Al-Amin. Islam memandang sifat amanah sebagai bagian tak terpisahkan dari keimanan. Konsekuensi beriman adalah menaati semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Jadi, iman itu sendiri suatu amanat bagi seorang mukmin. Karenanya, Allah berpesan agar seorang mukmin senantiasa menunaikan amanat dan janganlah berkhianat. Firman-Nya, ''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.'' (Q. S. 4: 58).
Pantulan dan jelmaan iman seseorang dapat tampak pada sikap dan sifat amanahnya di dalam menjalankan profesi, jabatan, atau kedudukan apa pun yang dipegangnya. Seorang hakim akan dikatakan amin, jika menjunjung keadilan dalam memutuskan perkara. Pejabat yang amin tentu mengutamakan pengabdian kepada rakyat dan negara. Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap saling amanah merupakan kekuatan moral yang bukan hanya mampu menepis berbagai kecurangan dan penipuan, melainkan sanggup pula memacu etos amal yang produktif. ''Dunia,'' tutur Nabi SAW, ''tak akan mengancam manusia sepanjang empat perkara dipertahankan: memelihara amanat, berbicara benar, berperangai baik, dan berusaha secara bersih.'' - ahi
By Republika Newsroom
Kamis, 19 Maret 2009 pukul 10:42:00
http://www.republika.co.id/berita/38537/Sifat_amanah
Sabtu, 07 Maret 2009
KPK dan ITB Siapkan Mata Kuliah Antikorupsi
KPK dan ITB Siapkan Mata Kuliah Antikorupsi
BANDUNG--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) akan membuat sebuah mata kuliah khusus mengenai antikorupsi. Mata kuliah ini diberikan supaya lulusan ITB bisa memahami bahwa korupsi itu merusak bangsa.
''Kalau ITB memfasilitasi, KPK termasuk saya siap untuk mengajar ,''ujar Ketua KPK, Antasari Azhar, seusai menjadi pembicara dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Emas ITB, Sabtu (7/3).
Menurut Antasari, banyak pihak yang selalu mengharapkan KPK untuk melakukan penindakan, atau penangkapan terhadap para pelaku korupsi. Padahal, kata Antasari, penindakan merupakan salah satu bagian dari kerja KPK.
Dijelaskan dia, KPK sangat berkepentingan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai korupsi. ''Korupsi itu bukan hanya sesuatu perbuatan yang menimbulkan kerugian negara saja. Banyak juga tindakan koruptif tapi tidak menimbulkan kerugian negara,''jelas dia.
Menurut dia, sedikitnya ada enam delik perbuatan korupsi yang terkait dengan upaya merugikan negara atau keuangan negara, yaitu delik pemberian suap, delik penggelapan dalam jabatan, delik pemerasan, delik perbuatan curang, delik yang berhubungan dengan kepentingan dalam pengadaan, serta delik gratifikasi.
Padahal, kata Antasari, banyak hal yang tidak merugikan keuangan negara tapi merupakan prilaku koruptif. ''Sangat tidak masuk akal, misalnya dalam persoalan upah pungut, pejabat yang memperoleh lebih besar,''jelas dia.
Dengan adanya mata kuliah antikorupsi ini, Antasari berharap, penanganan korupsi bisa dilakukan sejak awal dengan cara pencegahan, bukan penindakan.
Tawaran dari KPK mengenai mata kuliah antikorupsi ini langsung disambut baik oleh Rektor ITB, Prof DR Ir Djoko Santoso. Menurut dia, ITB akan segera berkonsultasi dengan KPK mengenai materi mata kuliah yang akan diberikan tersebut.
''Dalam waktu secepatnya, mata kuliah ini akan diberikan,''jelas Djoko.
Tapi, Djoko mengaku, ITB hanya bisa menempatkan mata kuliah tersebut dalam electif lecture ( mata kuliah pilihan,red). Setiap tahunnya, kata Djoko, ITB memberikan sembilan satuan kredit semester (SKS).
Dengan demikian, kata dia, mata kuliah ini bukan termasuk dalam kategori mata kuliah wajib. ''Jika mahasiswa menilai memerlukannya, mata kuliah ini bisa diambil,''jelas dia.
Ditambahkan Djoko, ITB akan menerapkan mata kuliah ini pada 2009. Tapi, kata dia, mata kuliah itu mulai diperkenalkan pada awal semester genap nanti.
Menurut Djoko, mata kuliah ini sangat diperlukan oleh para mahasiswa ITB. Pasalnya, kata Djoko, harusnya insinyur memang seseorang yang jujur. ''Kalau insinyur tidak jujur, bisa jadi banyak menciptakan mobil tapi pada nggak jalan,''ujar dia sambil mencontohkan.
Selain itu, kata dia, insinyur tidak boleh berbohong dalam menghitung angka-angka. Pasalnya, kata dia, jika terdapat ketidakjuuran dalam proses perhitungan, dampak yang ditimbulkan akan sangat besar. rfa/fif
By Republika Newsroom
Sabtu, 07 Maret 2009 pukul 14:34:00
Font Size A A A
EMAIL
PRINT
Facebook
http://www.republika.co.id/berita/35930/KPK_dan_ITB_Siapkan_Mata_Kuliah_Antikorupsi
BANDUNG--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) akan membuat sebuah mata kuliah khusus mengenai antikorupsi. Mata kuliah ini diberikan supaya lulusan ITB bisa memahami bahwa korupsi itu merusak bangsa.
''Kalau ITB memfasilitasi, KPK termasuk saya siap untuk mengajar ,''ujar Ketua KPK, Antasari Azhar, seusai menjadi pembicara dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Emas ITB, Sabtu (7/3).
Menurut Antasari, banyak pihak yang selalu mengharapkan KPK untuk melakukan penindakan, atau penangkapan terhadap para pelaku korupsi. Padahal, kata Antasari, penindakan merupakan salah satu bagian dari kerja KPK.
Dijelaskan dia, KPK sangat berkepentingan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai korupsi. ''Korupsi itu bukan hanya sesuatu perbuatan yang menimbulkan kerugian negara saja. Banyak juga tindakan koruptif tapi tidak menimbulkan kerugian negara,''jelas dia.
Menurut dia, sedikitnya ada enam delik perbuatan korupsi yang terkait dengan upaya merugikan negara atau keuangan negara, yaitu delik pemberian suap, delik penggelapan dalam jabatan, delik pemerasan, delik perbuatan curang, delik yang berhubungan dengan kepentingan dalam pengadaan, serta delik gratifikasi.
Padahal, kata Antasari, banyak hal yang tidak merugikan keuangan negara tapi merupakan prilaku koruptif. ''Sangat tidak masuk akal, misalnya dalam persoalan upah pungut, pejabat yang memperoleh lebih besar,''jelas dia.
Dengan adanya mata kuliah antikorupsi ini, Antasari berharap, penanganan korupsi bisa dilakukan sejak awal dengan cara pencegahan, bukan penindakan.
Tawaran dari KPK mengenai mata kuliah antikorupsi ini langsung disambut baik oleh Rektor ITB, Prof DR Ir Djoko Santoso. Menurut dia, ITB akan segera berkonsultasi dengan KPK mengenai materi mata kuliah yang akan diberikan tersebut.
''Dalam waktu secepatnya, mata kuliah ini akan diberikan,''jelas Djoko.
Tapi, Djoko mengaku, ITB hanya bisa menempatkan mata kuliah tersebut dalam electif lecture ( mata kuliah pilihan,red). Setiap tahunnya, kata Djoko, ITB memberikan sembilan satuan kredit semester (SKS).
Dengan demikian, kata dia, mata kuliah ini bukan termasuk dalam kategori mata kuliah wajib. ''Jika mahasiswa menilai memerlukannya, mata kuliah ini bisa diambil,''jelas dia.
Ditambahkan Djoko, ITB akan menerapkan mata kuliah ini pada 2009. Tapi, kata dia, mata kuliah itu mulai diperkenalkan pada awal semester genap nanti.
Menurut Djoko, mata kuliah ini sangat diperlukan oleh para mahasiswa ITB. Pasalnya, kata Djoko, harusnya insinyur memang seseorang yang jujur. ''Kalau insinyur tidak jujur, bisa jadi banyak menciptakan mobil tapi pada nggak jalan,''ujar dia sambil mencontohkan.
Selain itu, kata dia, insinyur tidak boleh berbohong dalam menghitung angka-angka. Pasalnya, kata dia, jika terdapat ketidakjuuran dalam proses perhitungan, dampak yang ditimbulkan akan sangat besar. rfa/fif
By Republika Newsroom
Sabtu, 07 Maret 2009 pukul 14:34:00
Font Size A A A
http://www.republika.co.id/berita/35930/KPK_dan_ITB_Siapkan_Mata_Kuliah_Antikorupsi
Kamis, 05 Maret 2009
KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN
KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN
DALAM RANGKA MENYAMBUT KONFERENSI PGRI KABUPATEN JEMBER 16 – 17 APRIL 2005
Oleh : Mohammad Sholeh, SE
Carter V. Good, memberikan pengertian yang lebih luas tentang apa sebenarnya hakekat kepemimpinan itu yang dirumuskan dalam dua batasan :
- The ability and readiness to inspire, guide, direct, or manage others.
- The role of interpreter of interest and obyectives of a group, to grow up recognizing and accepting the interpreter as spokesman
Dari pendapat Good ini dapat ditegaskan bahwa pengertian kepemimpinan itu tidak lain daraipada kesiapan mental yang terwujud dalam bentuk kemampuan seseorang, memberikan bimbingan, mengarahkan dan mengatur serta mengelola orang lain agar mereka berbuat sesuatu. Kesiapan dan kemampuan itu pada situasi tertentu memberikan kemungkinan kepada pemimpin tersebut untuk memainkan peranan sebagai juru tafsir tentang kepentingan / minat dan tujuan kelompok atau tujuan-tujuan yang diinginkan untuk dicapai oleh sekelompok individu.
Karena kesiapan mental dan kemampuan dalam bertindak memainkan peranan-peranan tersebut, yang merupakan kelebihannya dari anggota-anggota kelompok, maka ia diakui dapat diterima oleh anggota-anggotanya sebagai pimpinan dikalangan mereka, sebagai juru bicara pada kelompok itu.
Sifat-sifat, kualitas kepribadian dan kemampuan-kemampuan tertentu yang dimiliki oleh seseorang itu memungkinkan dia dapat berhasil mempengaruhi anggota-anggota ‘group’ nya. Karena kemampuan mempengaruhi daripada pemimpin itu, maka mereka dengan penuh kerelaan menerima tanggungjawab dan giat ambil bagian secara aktif pada setiap kegiatan kerja kelompok dimana ia bekerja akan berada di dalamnya.
Pengaruh pemimpin itu pada pihak lain dapat memperkembangkan hubungan kemanusiaan yang lebih baik, dapat mempengaruhi pertumbuhan sikap-sikap yang positif daripada individu-individu yang dipimpinnya. Dan yang paling penting ialah pengaruh kepemimpinannya sangat menentukan bagaimana kualitas kegiatan kerjasama dan kualitas hasil yang dapat dicapai oleh kegiatan kerjasama dalam situasi group itu.
Dengan demikian maka kepemimpinan yang dimiliki itu dapat merupakan sumbangan yang sangat berarti bagi pembinaan hubungan-hubungan antar individu dalam kelompok, ‘morale’ kerja dan sikap-sikap anggota dan merupakan bantuan bagi peningkatan kualitas dan kegiatan kerja dalam lembaga yang dipimpinnya.
Sebagai satu kekuatan atau potensi adalah untuk :
- Mendorong orang pada suatu tindakan atau kegiatan dikalangan sekelompok individu.
- Membimbing kegiatan-kegiatan itu kepada satu sasaran atau arah tujuan tertentu.
- Memelihara dan mempertahankan serta meningkatkan kualitas kegiatan-kegiatan itu.
- Menyatukan keseluruhan usaha-usaha menuju sasaran tujuan yang sama.
Dengan menyebut ‘kepemimpinan dalam pendidikan’, maka disamping menjelaskan dimana kepemimpinan itu berada dan berperanan, tambahan kata ‘pendidikan’ dibelakang kata ‘kepemimpinan’ hendaknya menampakkan pula sifat-sifat atau ciri-ciri khusus kepemimpinan yang bersifat mendidik, membimbing dan ‘ngemong’ tetapi bukan memaksa dan menekan dalam bentuk apapun. Umpamanya dalam kepemimpinan pendidikan proses “mengarahkan” kurang dapat diterima sebab pengarahan adalah suatu penekanan atau paksaan dalam bentuk yang halus, suatu konsep yang harus dilaksanakan, dan kurang disadari umum akan efek-efek negatifnya.
Kata ‘pendidikan’ menunjukkan arti yang dapat dilihat dari dua segi yaitu :
- Pendidikan sebagai usaha atau proses mendidik dan mengajar seperti yang dikenal sehari-hari.
- Pendidikan sebagai ilmu pengetahuan yang membahas berbagai masalah tentang hakekat dan kegiatan mendidik dan mengajar dari zaman ke zaman atau yang membahas prinsip-prinsip dan praktek-praktek mendidik dan mengajar dengan segala cabang-cabangnya yang telah berkembang begitu luas dan mendalam.
Oleh karena itu kepemimpinan pendidikan terdapat dan berperanan pada usaha-usaha yang berhubungan dengan kegiatan atau proses mendidik dan mengajar disatu pihak, dan pada pihak yang lain berhubungan dengan usaha-usaha pengembagan pendidikan sebagai satu ilmu dengan segala cabang-cabangnya dan ilmu-ilmu pembantunya.
Dari titik tolak itu, maka dapatlah dirumuskan pengertian ‘kepemimpinan dalam pendidikan’ sebagai satu kemampuan dan proses mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, agar supaya kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat lebih efisien dan efektif didalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran.
Dengan demikian jelaslah bahwa setiap usaha untuk mempengaruhi yang positif orang-orang yang ada hubungannya dengan pekerjaan mendidik dan mengajar, sehingga tujuan pendidikan dan pengajaran dapat dicapai dengan lebih baik, maka dapat dikatakan bahwa usaha itu melakukan peranan-peranan kepemimpinan pendidikan.
Proses realisasi kepemimpinan pendidikan pada umumnya dapat terlihat dalam bentuk kegiatan-kegiatan pimpinan antara lain sebagai berikut :
- Mempelopori usaha-usaha yang kreatif dalam kegiatan mendidik dan mengajar. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran sesuai dengan konsepsi-konsepsi pendidikan pengajaran modern dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan daerahnya, maka diperlukan tumbuhnya ide-ide dan cara yang kreatif, terutama dari pihak guru-guru pelaksana langsung pendidikan dan pengajaran. Adalah merupakan gejala umum didalam dunia pendidikan, bahwa guru-guru pada umumnya tetap berpegang teguh pada cara-cara yang tradisional dalam pelaksanaan tugas-tugas mendidik dan mengajar. Bilamana diantara sejumlah guru-guru pada satu sekolah umpamanya tampil guru-guru yang cakap dan penuh kreatif mencoba dan menemukan cara mendidik-mengajar yang lebih baik, dan lebih berhasil di dalam menyeleksi serta mengorganisir bahan-bahan dan cara-cara menyusun bahan pengalaman belajar bagi murid-muridnya dengan penuh kreatifitas dan ketekunannya, sehingga ia berhasil mempengaruhi guru-guru yang lain dalam cara-cara pelaksanaan tugas-tugas mereka, maka guru-guru pelopor pembaharuan itu telah melaksanakan fungsi kepemimpinan dikalangan teman-teman sekerja dan sejabatannya.
- Membimbing, mengatur, menggerakkan, mengkoordinir dan mendorong kegiatan-kegiatan dari mereka yang tergabung dalam lembaga-lembaga yang melaksanakan usaha-usaha mendidik dan mengajar seperti dalam lembaga persekolahan. Agar supaya kegiatan kerja para pelaksana pendidikan pengajaran itu berjalan teratur, penuh kerjasama, penuh kegairahan di dalam melaksanakan tugas-tugas jabatannya, dan agar supaya mereka selalu dapat memperoleh kesempatan untuk mempertumbuhkan pribadi dan jabatan mereka secara kontinyu, maka diperlukan adanya bimbingan bantuan, dorongan dan koordinasi yang baik. Kesemuanya usaha itu diarahkan kepada peningkatan atau perbaikan pendidikan dan pengajaran, baik yang bersifat nasional. Termasuk dalam golongan ini misalnya kegiatan pimpinan yang dilakukan oleh kepala-kepala sekolah, kepala-kepala kantor pembinaan pendidikan,dan seterusnya sampai kepada tingkat kementrian pendidikan nasional.
- Memberikan sumbangan yang berarti dalam kegiatan dan penemuan-penemuan dibidang ilmu pendidikan dan pengajaran. Hal ini misalnya dalam bentuk penemuan hasil-hasil penelitian dan percobaan-percobaan (Experiment) dibidang ilmu pendidikan dan pengajaran yang mengemukakan konsepsi-konsepsi dan pandangan-pandangan baru bagi perkembangan dunia pendidikan dan yang mempengaruhi perbaikan pengajaran secara lebih positif, lebih baik mutunya. Hasil-hasil penemuan itu misalnya disebar luaskan dalam bentuk karangan-karangan, atau media-media/mimbar ilmiah lainnya sehingga dapat mempengaruhi pikiran-pikiran, sikap dan cara-cara kerja para pelaksana pendidikan pengajaran. Termasuk di dalam kegiatan ini misalnya yang dilakukan oleh Profesor-profesor dan ahli-ahli, para penyelidik untuk memperluas segala cabang-cabang dan ilmu-ilmu pembantunya. Membimbing, mengatur, mendorong, menggerakkan dan mengkoordinir individu-individu yang tergabung di dalam lembaga-lembaga yang berfungsi memajukan dan menyebar luaskan pengetahuan tentang pendidikan dan pengajaran. Yang termasuk disini misalnya kegiatan-kegiatan pimpinan yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan, Lembaga Penelitian Pendidikan dan Pengajaran, Dosen, para pendidik “profesional”/ guru di dalam lembaga-lembaga penelitian, sekolah itu memerlukan bimbingan, dorongan dan koordinasi yang baik, sehingga mereka dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya demi kemajuan perkembangan dan penyebarluasan ilmu pendidikan dalam rangka perbaikan pendidikan-pengajaran secara keselurhan.
Penulis adalah guru SMKN 1 Sukorambi, Ketua Cabang PGRI Kecamatan Sukorambi dan saat Konferensi Kabupaten Jember 2005 ini sebagai salah satu anggota Panitia Pemilih dan Pendamping Sidang-sidang Komisi
Masa kecil penulis dilahirkan di desa kertonegororo yang dulu disebut kemunigsari kidul kecamatan jenggawah, dg sekolah di SD Tegalgayam sekarang SD Kertonegoro…..kemudian melanjutkan ke SMP Islam Ambulu, yang selanjutkan ke SMT Pertanian Negeri Jember, yang sekarang dikenal dengan SMKN 1 Sukorambi Jember, berikutnya melangkahkan kakinya ke Pendidikan Guru Kejuruan Pertanian (PGKP) di Institut Pertanian Bogor (IPB) selama tiga tahun. Dan juga pernah belajar Manajemen sehingga berhak menggunakan embel-embel SE
Tulisan ini sengaja dibuat untuk salah satu calon Ketua (F1)dan seluruh anggota PGRI se Kabupaten Jember serta saudaraku peserta Konferensi yang berbahagia
Siapa lagi calon ketua itu adalah Saudarakita RAHMATULLAH, S.Pd, yang kita kenal sebagai pembaharu, pejuang yang gigih dalam membela kepentingan anggota PGRI, yang saat orang lain ketakutan dengan rumitnya masalah guru maka saudarakita RAHMATULLAH,S.Pd maju dengan potensi diri dan keyakinan mendobrak kesulitan yang dialami guru. Ketua PGRI kedepan masih menggunakan Program yang disusun oleh peserta konferensi, oleh karena itu calon ketua bukan hanya pinter berkhayal/berangan-angan atau berkonsep-ria, tapi orang yang bisa mendengar dan melaksanakan apa yang diinginkan dan yang telah disusun dalam Program Kerja oleh peserta koferensi tercinta, siapa dia? Pasti akan dijawab dengan sebuah nama saudarakita “RAHMATULLAH”. Dari nama saja pasti orang Jember mengerti,paham dan cocok, apalagi kalau ditanyakan kepada Kyai, ulama, ustad, santri, siswa, murid dan guru, maka pastilah nama itu yang paling cocok dan disukai di Jember
Selamat berkonferensi dan tulis nama saudarakita “RAHMATULLAH, S.Pd” pada kartu pemilih yang akan dibagikan oleh panitia pemilih pada hari Minggu, 17 April 2005
DALAM RANGKA MENYAMBUT KONFERENSI PGRI KABUPATEN JEMBER 16 – 17 APRIL 2005
Oleh : Mohammad Sholeh, SE
Carter V. Good, memberikan pengertian yang lebih luas tentang apa sebenarnya hakekat kepemimpinan itu yang dirumuskan dalam dua batasan :
- The ability and readiness to inspire, guide, direct, or manage others.
- The role of interpreter of interest and obyectives of a group, to grow up recognizing and accepting the interpreter as spokesman
Dari pendapat Good ini dapat ditegaskan bahwa pengertian kepemimpinan itu tidak lain daraipada kesiapan mental yang terwujud dalam bentuk kemampuan seseorang, memberikan bimbingan, mengarahkan dan mengatur serta mengelola orang lain agar mereka berbuat sesuatu. Kesiapan dan kemampuan itu pada situasi tertentu memberikan kemungkinan kepada pemimpin tersebut untuk memainkan peranan sebagai juru tafsir tentang kepentingan / minat dan tujuan kelompok atau tujuan-tujuan yang diinginkan untuk dicapai oleh sekelompok individu.
Karena kesiapan mental dan kemampuan dalam bertindak memainkan peranan-peranan tersebut, yang merupakan kelebihannya dari anggota-anggota kelompok, maka ia diakui dapat diterima oleh anggota-anggotanya sebagai pimpinan dikalangan mereka, sebagai juru bicara pada kelompok itu.
Sifat-sifat, kualitas kepribadian dan kemampuan-kemampuan tertentu yang dimiliki oleh seseorang itu memungkinkan dia dapat berhasil mempengaruhi anggota-anggota ‘group’ nya. Karena kemampuan mempengaruhi daripada pemimpin itu, maka mereka dengan penuh kerelaan menerima tanggungjawab dan giat ambil bagian secara aktif pada setiap kegiatan kerja kelompok dimana ia bekerja akan berada di dalamnya.
Pengaruh pemimpin itu pada pihak lain dapat memperkembangkan hubungan kemanusiaan yang lebih baik, dapat mempengaruhi pertumbuhan sikap-sikap yang positif daripada individu-individu yang dipimpinnya. Dan yang paling penting ialah pengaruh kepemimpinannya sangat menentukan bagaimana kualitas kegiatan kerjasama dan kualitas hasil yang dapat dicapai oleh kegiatan kerjasama dalam situasi group itu.
Dengan demikian maka kepemimpinan yang dimiliki itu dapat merupakan sumbangan yang sangat berarti bagi pembinaan hubungan-hubungan antar individu dalam kelompok, ‘morale’ kerja dan sikap-sikap anggota dan merupakan bantuan bagi peningkatan kualitas dan kegiatan kerja dalam lembaga yang dipimpinnya.
Sebagai satu kekuatan atau potensi adalah untuk :
- Mendorong orang pada suatu tindakan atau kegiatan dikalangan sekelompok individu.
- Membimbing kegiatan-kegiatan itu kepada satu sasaran atau arah tujuan tertentu.
- Memelihara dan mempertahankan serta meningkatkan kualitas kegiatan-kegiatan itu.
- Menyatukan keseluruhan usaha-usaha menuju sasaran tujuan yang sama.
Dengan menyebut ‘kepemimpinan dalam pendidikan’, maka disamping menjelaskan dimana kepemimpinan itu berada dan berperanan, tambahan kata ‘pendidikan’ dibelakang kata ‘kepemimpinan’ hendaknya menampakkan pula sifat-sifat atau ciri-ciri khusus kepemimpinan yang bersifat mendidik, membimbing dan ‘ngemong’ tetapi bukan memaksa dan menekan dalam bentuk apapun. Umpamanya dalam kepemimpinan pendidikan proses “mengarahkan” kurang dapat diterima sebab pengarahan adalah suatu penekanan atau paksaan dalam bentuk yang halus, suatu konsep yang harus dilaksanakan, dan kurang disadari umum akan efek-efek negatifnya.
Kata ‘pendidikan’ menunjukkan arti yang dapat dilihat dari dua segi yaitu :
- Pendidikan sebagai usaha atau proses mendidik dan mengajar seperti yang dikenal sehari-hari.
- Pendidikan sebagai ilmu pengetahuan yang membahas berbagai masalah tentang hakekat dan kegiatan mendidik dan mengajar dari zaman ke zaman atau yang membahas prinsip-prinsip dan praktek-praktek mendidik dan mengajar dengan segala cabang-cabangnya yang telah berkembang begitu luas dan mendalam.
Oleh karena itu kepemimpinan pendidikan terdapat dan berperanan pada usaha-usaha yang berhubungan dengan kegiatan atau proses mendidik dan mengajar disatu pihak, dan pada pihak yang lain berhubungan dengan usaha-usaha pengembagan pendidikan sebagai satu ilmu dengan segala cabang-cabangnya dan ilmu-ilmu pembantunya.
Dari titik tolak itu, maka dapatlah dirumuskan pengertian ‘kepemimpinan dalam pendidikan’ sebagai satu kemampuan dan proses mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, agar supaya kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat lebih efisien dan efektif didalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran.
Dengan demikian jelaslah bahwa setiap usaha untuk mempengaruhi yang positif orang-orang yang ada hubungannya dengan pekerjaan mendidik dan mengajar, sehingga tujuan pendidikan dan pengajaran dapat dicapai dengan lebih baik, maka dapat dikatakan bahwa usaha itu melakukan peranan-peranan kepemimpinan pendidikan.
Proses realisasi kepemimpinan pendidikan pada umumnya dapat terlihat dalam bentuk kegiatan-kegiatan pimpinan antara lain sebagai berikut :
- Mempelopori usaha-usaha yang kreatif dalam kegiatan mendidik dan mengajar. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran sesuai dengan konsepsi-konsepsi pendidikan pengajaran modern dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan daerahnya, maka diperlukan tumbuhnya ide-ide dan cara yang kreatif, terutama dari pihak guru-guru pelaksana langsung pendidikan dan pengajaran. Adalah merupakan gejala umum didalam dunia pendidikan, bahwa guru-guru pada umumnya tetap berpegang teguh pada cara-cara yang tradisional dalam pelaksanaan tugas-tugas mendidik dan mengajar. Bilamana diantara sejumlah guru-guru pada satu sekolah umpamanya tampil guru-guru yang cakap dan penuh kreatif mencoba dan menemukan cara mendidik-mengajar yang lebih baik, dan lebih berhasil di dalam menyeleksi serta mengorganisir bahan-bahan dan cara-cara menyusun bahan pengalaman belajar bagi murid-muridnya dengan penuh kreatifitas dan ketekunannya, sehingga ia berhasil mempengaruhi guru-guru yang lain dalam cara-cara pelaksanaan tugas-tugas mereka, maka guru-guru pelopor pembaharuan itu telah melaksanakan fungsi kepemimpinan dikalangan teman-teman sekerja dan sejabatannya.
- Membimbing, mengatur, menggerakkan, mengkoordinir dan mendorong kegiatan-kegiatan dari mereka yang tergabung dalam lembaga-lembaga yang melaksanakan usaha-usaha mendidik dan mengajar seperti dalam lembaga persekolahan. Agar supaya kegiatan kerja para pelaksana pendidikan pengajaran itu berjalan teratur, penuh kerjasama, penuh kegairahan di dalam melaksanakan tugas-tugas jabatannya, dan agar supaya mereka selalu dapat memperoleh kesempatan untuk mempertumbuhkan pribadi dan jabatan mereka secara kontinyu, maka diperlukan adanya bimbingan bantuan, dorongan dan koordinasi yang baik. Kesemuanya usaha itu diarahkan kepada peningkatan atau perbaikan pendidikan dan pengajaran, baik yang bersifat nasional. Termasuk dalam golongan ini misalnya kegiatan pimpinan yang dilakukan oleh kepala-kepala sekolah, kepala-kepala kantor pembinaan pendidikan,dan seterusnya sampai kepada tingkat kementrian pendidikan nasional.
- Memberikan sumbangan yang berarti dalam kegiatan dan penemuan-penemuan dibidang ilmu pendidikan dan pengajaran. Hal ini misalnya dalam bentuk penemuan hasil-hasil penelitian dan percobaan-percobaan (Experiment) dibidang ilmu pendidikan dan pengajaran yang mengemukakan konsepsi-konsepsi dan pandangan-pandangan baru bagi perkembangan dunia pendidikan dan yang mempengaruhi perbaikan pengajaran secara lebih positif, lebih baik mutunya. Hasil-hasil penemuan itu misalnya disebar luaskan dalam bentuk karangan-karangan, atau media-media/mimbar ilmiah lainnya sehingga dapat mempengaruhi pikiran-pikiran, sikap dan cara-cara kerja para pelaksana pendidikan pengajaran. Termasuk di dalam kegiatan ini misalnya yang dilakukan oleh Profesor-profesor dan ahli-ahli, para penyelidik untuk memperluas segala cabang-cabang dan ilmu-ilmu pembantunya. Membimbing, mengatur, mendorong, menggerakkan dan mengkoordinir individu-individu yang tergabung di dalam lembaga-lembaga yang berfungsi memajukan dan menyebar luaskan pengetahuan tentang pendidikan dan pengajaran. Yang termasuk disini misalnya kegiatan-kegiatan pimpinan yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan, Lembaga Penelitian Pendidikan dan Pengajaran, Dosen, para pendidik “profesional”/ guru di dalam lembaga-lembaga penelitian, sekolah itu memerlukan bimbingan, dorongan dan koordinasi yang baik, sehingga mereka dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya demi kemajuan perkembangan dan penyebarluasan ilmu pendidikan dalam rangka perbaikan pendidikan-pengajaran secara keselurhan.
Penulis adalah guru SMKN 1 Sukorambi, Ketua Cabang PGRI Kecamatan Sukorambi dan saat Konferensi Kabupaten Jember 2005 ini sebagai salah satu anggota Panitia Pemilih dan Pendamping Sidang-sidang Komisi
Masa kecil penulis dilahirkan di desa kertonegororo yang dulu disebut kemunigsari kidul kecamatan jenggawah, dg sekolah di SD Tegalgayam sekarang SD Kertonegoro…..kemudian melanjutkan ke SMP Islam Ambulu, yang selanjutkan ke SMT Pertanian Negeri Jember, yang sekarang dikenal dengan SMKN 1 Sukorambi Jember, berikutnya melangkahkan kakinya ke Pendidikan Guru Kejuruan Pertanian (PGKP) di Institut Pertanian Bogor (IPB) selama tiga tahun. Dan juga pernah belajar Manajemen sehingga berhak menggunakan embel-embel SE
Tulisan ini sengaja dibuat untuk salah satu calon Ketua (F1)dan seluruh anggota PGRI se Kabupaten Jember serta saudaraku peserta Konferensi yang berbahagia
Siapa lagi calon ketua itu adalah Saudarakita RAHMATULLAH, S.Pd, yang kita kenal sebagai pembaharu, pejuang yang gigih dalam membela kepentingan anggota PGRI, yang saat orang lain ketakutan dengan rumitnya masalah guru maka saudarakita RAHMATULLAH,S.Pd maju dengan potensi diri dan keyakinan mendobrak kesulitan yang dialami guru. Ketua PGRI kedepan masih menggunakan Program yang disusun oleh peserta konferensi, oleh karena itu calon ketua bukan hanya pinter berkhayal/berangan-angan atau berkonsep-ria, tapi orang yang bisa mendengar dan melaksanakan apa yang diinginkan dan yang telah disusun dalam Program Kerja oleh peserta koferensi tercinta, siapa dia? Pasti akan dijawab dengan sebuah nama saudarakita “RAHMATULLAH”. Dari nama saja pasti orang Jember mengerti,paham dan cocok, apalagi kalau ditanyakan kepada Kyai, ulama, ustad, santri, siswa, murid dan guru, maka pastilah nama itu yang paling cocok dan disukai di Jember
Selamat berkonferensi dan tulis nama saudarakita “RAHMATULLAH, S.Pd” pada kartu pemilih yang akan dibagikan oleh panitia pemilih pada hari Minggu, 17 April 2005
Langganan:
Postingan (Atom)
